RADAR MALANG – Horor Indonesia memang selalu punya daya tarik tersendiri. Dari kisah mistis yang melegenda, cerita nyata penuh teror, sampai horor komedi yang bikin ngakak sekaligus merinding, semuanya bisa kamu temukan di Netflix. Kalau lagi butuh tontonan yang bikin bulu kuduk berdiri, ini deretan film horor Indonesia di Netflix yang wajib kamu tonton.
1. Badarawuhi di Desa Penari
Film ini diadaptasi dari kisah viral di Twitter (sekarang X) yang ditulis oleh Simple Man. Ceritanya berpusat pada Mila bersama sepupunya Yuda, dan sahabat mereka Arya serta Jito, yang melakukan perjalanan ke sebuah desa terpencil bernama Desa Penari. Mila percaya bahwa dengan mengembalikan gelang antik milik Badarawuhi, sosok entitas gaib penguasa desa tersebut, ia bisa menyembuhkan penyakit ibunya.
Namun setelah gelang itu dikembalikan, bukannya membawa kesembuhan, keadaan justru semakin memburuk. Aura mencekam semakin terasa di desa itu, membuat penonton ikut larut dalam suasana yang penuh teror. Film ini menghadirkan atmosfer horor kental yang menggabungkan legenda, misteri, dan tragedi keluarga.
2. Panggonan Wingit
Panggonan Wingit berarti “Tempat Angker” dalam bahasa Jawa, dan film ini benar-benar mewujudkan makna tersebut. Dibintangi Luna Maya sebagai Raina dan Christian Sugiono sebagai seorang jurnalis, kisahnya berpusat pada Raina dan adiknya Fey yang pindah dari Jakarta ke Semarang untuk mengelola Hotel Ambar Mangun, warisan keluarga mereka.
Suasana hotel mulai terasa aneh ketika Raina mendengar tangisan dari lantai tiga yang seharusnya terlarang. Saat ia membuka sebuah kamar tanpa nomor, ternyata itulah Panggonan Wingit, tempat yang sudah lama dihuni sosok gaib. Siapa pun yang masuk akan dihantui sosok wanita berkulit putih pucat yang berkata “Telung dino, tengah wengi”, artinya tiga hari, tengah malam. Setelah itu, kematian tragis menanti. Film ini menampilkan kengerian khas horor Jawa yang mencekam dari awal hingga akhir.
3. Jurnal Lisa by Risa Saraswati
Nama Risa Saraswati sudah sangat dikenal lewat channel YouTube Jurnal Risa yang punya jutaan penonton. Film Jurnal Lisa mengangkat kisah penelusuran Risa bersama sepupu-sepupunya di Subang. Kali ini mereka melakukan uji nyali bersama peserta lain, namun situasi berubah menegangkan ketika salah satu peserta memanggil sosok gaib yang tidak seharusnya disebut.
Ketegangan film ini semakin kuat karena mengangkat suasana nyata dari penelusuran yang sudah sering dilakukan Risa. Perpaduan antara rasa penasaran, ketakutan, dan misteri menjadikan film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan pengalaman mistis yang terasa dekat dengan penonton.
4. Agak Laen
Agak Laen membawa genre horor ke arah yang berbeda dengan sentuhan komedi khas para podcaster dan komika dari channel Agak Laen. Film ini bercerita tentang bisnis rumah hantu di pasar malam yang awalnya biasa saja, namun berubah ketika terjadi kecelakaan. Bukannya ditutup, rumah hantu itu malah viral dan semakin ramai dikunjungi.
Film ini sukses menggabungkan suasana mencekam dengan humor segar, menghasilkan tontonan horor komedi yang bisa bikin ketawa sekaligus tegang. Tidak heran, film ini sukses menarik 9 juta penonton di bioskop sebelum akhirnya tayang di Netflix dan langsung jadi favorit penonton.
5. Pengabdi Setan
Disutradarai Joko Anwar, Pengabdi Setan yang rilis pada 2017 menjadi salah satu film horor tersukses Indonesia. Ceritanya tentang keluarga Suwono yang sedang kesulitan, apalagi sang ibu, Mawarni Suwono, sakit keras hingga sering menggunakan lonceng untuk memanggil keluarganya. Setelah ibunya meninggal, teror justru semakin menjadi.
Rini, sang anak, mulai mengungkap fakta kelam keluarga mereka. Rupanya, ibunya terkait dengan sebuah sekte sesat yang sudah lama membayangi. Film ini dipuji karena atmosfer mencekam, visual sinematik yang indah tapi menyeramkan, serta alur cerita yang kuat. Tidak heran Pengabdi Setan menjadi salah satu ikon horor Indonesia modern.
6. Ghost Writer
Ghost Writer menghadirkan perpaduan horor, komedi, dan drama. Film pertama rilis pada 2019 dengan Tatjana Saphira sebagai Naya, seorang penulis novel yang baru pindah ke rumah baru. Di sana ia menemukan buku harian milik arwah bernama Galih. Naya justru tertarik menuliskan kisah Galih menjadi buku, namun izin harus ia dapat langsung dari sang arwah yang sering menerornya.
Hubungan yang terjalin antara Naya dan Galih membawa cerita seram sekaligus lucu. Dari kejadian-kejadian menyeramkan, penonton juga bisa menemukan sisi hangat dari persahabatan manusia dengan hantu. Film ini bahkan dibuat sekuelnya karena sukses menarik perhatian penonton dengan cerita unik dan segar. (alf)
Editor : A. Nugroho