RADAR MALANG - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, secara resmi mengusulkan penerapan pola kerja Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Usulan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi energi nasional di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.
Baca Juga: Cegah Krisis Energi, Presiden Prabowo Instruksikan Kajian WFH dan Pengurangan Hari Kerja
Muhaimin atau Cak Imin menegaskan bahwa salah satu penyumbang terbesar pemborosan BBM adalah kemacetan lalu lintas. Khususnya daerah pada penduduk seperti ibu kota memang tepat jika kebijakan WFA bagi ASN diterapkan.
Harapannya volume kendaraan di jalan raya berkurang sehingga konsumsi BBM yang terbuang sia-sia dapat ditekan.
"Jakarta macet itu BBM terbuang ya, padahal harga BBM akan naik kalau perang tidak segera berhenti. Nah, salah satu caranya dengan ASN WFH, membatasi yang bekerja di kantor," ujar Muhaimin.
Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Identifikasi 4 Pelaku yang Membuntuti Korban
Selain sektor transportasi, beliau juga menyerukan langkah efisiensi di lingkungan perkantoran pemerintah maupun swasta. Ia menyoroti penggunaan lampu dan pendingin ruangan yang berlebih sebagai target penghematan.
Sejalan dengan usulan tersebut, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengumumkan pemberlakuan WFA bagi ASN dan sektor swasta pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Baca Juga: Ma Chung Gelar Kelas Karier, Ajak Mahasiswa Pahami Kunci Promosi di Dunia Kerja
Kebijakan ini akan berlaku pada 16-17 Maret 2026 (sebelum lebaran) dan 25-27 Maret 2026 (setelah lebaran).
Langkah ini diharapkan tidak hanya menghemat energi, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik guna menghindari puncak kemacetan.
Editor : A. Nugroho