RADAR MALANG – Badan Gizi Nasional (BGN) membongkar praktik kecurangan masif yang dilakukan oleh pengelola satuan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Timur.
Oknum pemilik yayasan diketahui memotong anggaran makan dari yang seharusnya Rp10.000 menjadi hanya Rp6.500 per porsi.
Baca Juga: Dinilai Tidak Adil Bagi Negara, MK Putuskan Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR Inkonstitusional
Kasus ini terungkap saat dua Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ponorogo mengadu langsung kepada Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, sambil menangis.
Mereka mengaku kerap ditekan dan diintimidasi oleh pemilik Yayasan Bakti Bojana Nusantara yang menaungi mereka.
Untuk memuluskan aksinya, pemilik yayasan tersebut mengaku sebagai cucu seorang menteri guna menakut-nakuti para pengawas gizi dan keuangan.
Baca Juga: Siap-Siap Mudik! Polri Terapkan Sistem One Way Besok Pagi Mulai Pukul 10.00 WIB
Namun, setelah dikonfirmasi langsung oleh pihak BGN, menteri yang bersangkutan membantah memiliki hubungan keluarga dengan oknum tersebut dan meminta agar dapur segera ditutup.
Tim pengawas BGN yang dipimpin oleh Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, menemukan kondisi dapur yang sangat memprihatinkan saat melakukan inspeksi mendadak:
Baca Juga: Sambut Arus Mudik, 10 PO di Terminal Arjosari Malang Tambah 22 Armada
-
Sanitasi Buruk: Lantai mengelupas, dinding berjamur, serta aroma busuk akibat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memadai.
-
Eksploitasi Kepala SPPG: Para kepala SPPG terpaksa menggunakan uang pribadi (nombok) untuk memperbaiki dapur dan menjaga kualitas menu agar tetap layak bagi siswa, karena pemilik yayasan menolak mengeluarkan biaya perbaikan.
Atas temuan tersebut, BGN langsung memerintahkan penutupan permanen terhadap dua dapur MBG di Ponorogo (wilayah Kauman dan Jambon).
Baca Juga: Rekomendasi Fun Run Malang 3 April 2026: Ajang Lari Java Sedulurun
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap integritas program nasional dan kesehatan penerima manfaat.
Editor : Aditya Novrian