JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menunda pengiriman 8.000 personel TNI yang sedianya akan ditugaskan sebagai pasukan perdamaian (BOP) di Gaza.
Keputusan ini diambil menyusul memanasnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah.
Selain faktor keamanan global, penundaan ini juga dilakukan agar sumber daya transportasi TNI, termasuk kapal laut, dapat disiagakan untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 jika sewaktu-waktu diperlukan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menjelaskan bahwa saat ini prioritas pemerintah adalah memastikan seluruh kegiatan pulang kampung masyarakat berjalan aman dan lancar di tengah antusiasme yang luar biasa.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkot Malang Waspadai Parkir Liar di Tiga Titik
Menyikapi kondisi ekonomi dan empati terhadap masyarakat yang masih dalam kesulitan, Presiden Prabowo telah mengeluarkan surat edaran resmi kepada seluruh kementerian dan lembaga.
Intinya, pejabat negara dihimbau untuk tidak menyelenggarakan acara open house atau halalbihalal secara berlebihan.
"Kami menghimbau untuk tidak terlalu berlebihan dalam menyelenggarakan kegiatan open house. Masih banyak saudara kita yang kondisinya belum baik, jadi empati harus diutamakan," tegas Mensesneg.
Editor : Aditya Novrian