Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Benteng Adat Papua, Inilah Aksi Nyata Suku Apaserai dan Suku Yomilena dalam Melindungi Hutan Papua di Pegunungan Cycloop

Satya Eka Pangestu • Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB
BENTENG ADAT PAPUA: Foto perwakilan 7 suku yang hidup di Pegunungan Cycloop Papua yang berusaha melindungi kelestarian hutan papua. (Sumber: BBC News Indonesia)
BENTENG ADAT PAPUA: Foto perwakilan 7 suku yang hidup di Pegunungan Cycloop Papua yang berusaha melindungi kelestarian hutan papua. (Sumber: BBC News Indonesia)

JAYAPURA – Di balik rimbunnya Pegunungan Cycloop, Suku Apaserai dan Suku Yomilena terus konsisten menjalankan peran sebagai pelindung abadi hutan adat mereka.

Kedua suku ini memegang teguh prinsip bahwa kelestarian alam adalah syarat mutlak bagi kelangsungan hidup generasi mendatang di tanah Papua.

Baca Juga: Kaki Sering Kesemutan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagi Suku Apaserai, hutan diibaratkan sebagai sosok ibu yang memberikan perlindungan dan sumber kehidupan bagi seluruh komunitas ulayat.

"Hutan ini adalah ibu bagi kami. Kalau hutan rusak, kami mau lari ke mana?" ungkap salah satu perwakilan suku saat menjelaskan pentingnya menjaga keutuhan pohon-pohon di wilayah mereka yang kami kutip dari BBC News Indonesia.

Mereka secara swadaya melakukan patroli di batas-batas wilayah ulayat untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal seperti perburuan liar maupun penebangan pohon secara masif.

Baca Juga: Masih Bingung Cari Tempat Liburan? Ini 4 Wisata di Malang yang Bisa Jadi Pilihan

Langkah preventif ini dilakukan demi menjaga ekosistem tetap seimbang di tengah ancaman perubahan iklim yang mulai terasa dampaknya secara global.

Senada dengan itu, Suku Yomilena memfokuskan perjuangan mereka pada perlindungan kawasan tangkapan air yang menghidupi banyak perkampungan di sekitarnya.

Mereka percaya bahwa menjaga tutupan hutan di bagian hulu adalah satu-satunya cara untuk memastikan mata air tetap mengalir abadi.

Baca Juga: 5 Makna Persahabatan di Na Willa yang Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Nyata

Suku Yomilena menerapkan hukum adat yang sangat ketat terhadap siapapun yang berani merusak area sakral di dalam hutan mereka.

Pelanggar aturan ini diwajibkan membayar denda adat yang signifikan, yang berfungsi sebagai efek jera sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam.

Zonasi hutan adat juga diterapkan secara cerdas, di mana terdapat area yang benar-benar tidak boleh disentuh karena dianggap sebagai tempat tinggal leluhur.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Dewa Run Mojokerjo 2026 Siap Digelar pada 24 Mei

Pembagian wilayah ini membuktikan bahwa kearifan lokal jauh lebih efektif dalam menjaga hutan dibandingkan pendekatan modern yang sering kali mengabaikan nilai spiritual masyarakat setempat.

Perjuangan Suku Apaserai dan Yomilena menjadi bukti nyata bahwa masyarakat adat adalah kunci utama dalam pelestarian paru-paru dunia.

Baca Juga: Anti Bosan! Tips Seru Mengisi Libur Lebaran di Rumah agar Tetap Bermakna

Melalui dedikasi yang tanpa henti, mereka memastikan bahwa Pegunungan Cycloop tetap berdiri kokoh sebagai benteng alam yang menyangga kehidupan di Tanah Papua.

Editor : Aditya Novrian
#Masalah Alam #Suku Apaserai #Suku Yomilena #Hutan Papua #Papua