Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Antisipasi Krisis Minyak Dunia, Mulai 1 April Harga BBM Diprediksi Alami Kenaikan Harga

Satya Eka Pangestu • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:10 WIB
HARGA NAIK: Mekanisme pasar berlaku Menteri ESDM isyaratkan penyesuaian harga BBM non-subsidi
HARGA NAIK: Mekanisme pasar berlaku Menteri ESDM isyaratkan penyesuaian harga BBM non-subsidi. (Freepik)

INDONESIA, RADAR MALANG - Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang kini menyentuh angka 115 USD per barel memberikan tekanan signifikan pada kebijakan energi nasional.

Kondisi geopolitik global yang tidak menentu memaksa pemerintah untuk terus mengevaluasi formulasi harga bahan bakar di dalam negeri.

Baca Juga: Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penyesuaian harga merupakan konsekuensi dari regulasi yang telah ditetapkan.

Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan sektor energi nasional di tengah tantangan ekonomi internasional yang kian dinamis.

Pemerintah menegaskan bahwa jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan mengikuti pergerakan harga pasar secara berkala.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, terdapat pemisahan tegas antara formulasi harga untuk sektor industri dan non-industri.

Baca Juga: Pemkot Malang Hadirkan 63 Perusahaan di Job Fair Bulan Agustus 2026

"Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," ujar Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan di sela kunjungan kerjanya.

Penyesuaian ini mencakup jenis BBM dengan kadar oktan tinggi atau RON 95 ke atas.

Bahlil menambahkan bahwa masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih diharapkan mampu mengikuti dinamika harga pasar tersebut tanpa membebani keuangan negara.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari Ini: Kecamatan Bumiaji Hujan Ringan

Tugas negara adalah menyiapkan ketersediaan energi bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan porsinya masing-masing.

Terkait dengan rencana penyesuaian harga per 1 April 2026, pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Fokus utama saat ini adalah memastikan agar kebijakan yang diambil tidak mengganggu daya beli masyarakat luas, terutama pengguna BBM bersubsidi.

Baca Juga: Indonesia vs Bulgaria: Kalah Tipis di Final FIFA Series 2026, Lini Serang Timnas Belum Cukup Tajam, Ole Kesulitan Buka Ruang Tembak

"Tunggu tanggal mainnya bahwa Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," tegas Bahlil.

Presiden terus memprioritaskan kondisi masyarakat lapis bawah dalam setiap pengambilan keputusan strategis mengenai subsidi energi.

Editor : Aditya Novrian
#Krisis Energi Dunia #Perang Amerika Serikat Israel vs Iran #Berita Terbaru #Harga BBM Naik #Harga BBM Non Subsidi