Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wujudkan Mandiri Energi, Strategi Biofuel B50 dan E20 Jadi Langkah Berani Indonesia Hadapi Geopolitik Dunia

Satya Eka Pangestu • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:35 WIB
ENERGI MANDIRI: Pemerintah targetkan E20 gantikan Pertalite. (Youtube: Kementerian Pertanian RI)
ENERGI MANDIRI: Pemerintah targetkan E20 gantikan Pertalite. (Youtube: Kementerian Pertanian RI)

JAKARTA, RADAR MALANG - Kemandirian energi nasional kini menjadi prioritas strategis pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia yang kian memanas. 

Langkah nyata diambil melalui optimalisasi sektor pertanian sebagai sumber utama bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah menginstruksikan percepatan hilirisasi di bidang pertanian guna mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus energi.

Baca Juga: Pemkot Malang Hadirkan 63 Perusahaan di Job Fair Bulan Agustus 2026

Visi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap komoditas impor yang rentan terhadap fluktuasi pasar global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat dengan menggelar pertemuan intensif bersama jajaran petinggi BUMN untuk merealisasikan program tersebut.

Fokus utama saat ini adalah pengembangan biofuel jenis E20 yang memanfaatkan hasil bumi dalam negeri.

Baca Juga: Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN

"Janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50," ujar Andi Amran dalam penjelasannya pada Senin (30/3/2026).

Langkah ambisius ini diharapkan mampu menghemat cadangan devisa negara sekaligus memperkuat sektor industri kelapa sawit nasional secara signifikan.

Selain kelapa sawit, pemerintah juga membidik komoditas jagung, tebu, dan ubi sebagai bahan baku utama pembuatan etanol atau E20.

Program E20 sendiri merupakan campuran bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang diproyeksikan menggantikan bahan bakar konvensional.

Baca Juga: Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian

Menteri Pertanian meyakini bahwa dengan kekayaan lahan pertanian Indonesia, target kemandirian energi bukan lagi sekadar impian belaka.

Semua komoditas pendukung energi tersebut dapat tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

Implementasi program B50 dan E20 ini juga menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri dari gangguan eksternal.

Baca Juga: Ayah Balita Korban Pencabulan Dosen PTN Ungkap Kronologi Kasus di Podcast SPill Malang Raya, Simak Detail dan Link Video Lengkapnya

Sinergi antara kementerian dan perusahaan negara diharapkan dapat mempercepat proses produksi hingga distribusi ke masyarakat luas.

"Bagaimana ke depan kita mandiri energi, mandiri pangan, ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama," tegas Mentan Amran.

Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam mengubah wajah sektor energi Indonesia menjadi lebih mandiri.

Melalui akselerasi hilirisasi ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemain utama energi terbarukan di kancah global.

Upaya ini merupakan warisan penting bagi masa depan bangsa yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat secara ekonomi.

Editor : Aditya Novrian
#Kemandirian Energi #mentan amran #Pertanian #biofuel #hilirisasi