JAKARTA, RADAR MALANG - Kemandirian energi nasional kini menjadi prioritas strategis pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dunia yang kian memanas.
Langkah nyata diambil melalui optimalisasi sektor pertanian sebagai sumber utama bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah menginstruksikan percepatan hilirisasi di bidang pertanian guna mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus energi.
Baca Juga: Pemkot Malang Hadirkan 63 Perusahaan di Job Fair Bulan Agustus 2026
Visi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap komoditas impor yang rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat dengan menggelar pertemuan intensif bersama jajaran petinggi BUMN untuk merealisasikan program tersebut.
Fokus utama saat ini adalah pengembangan biofuel jenis E20 yang memanfaatkan hasil bumi dalam negeri.
"Janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50," ujar Andi Amran dalam penjelasannya pada Senin (30/3/2026).
Langkah ambisius ini diharapkan mampu menghemat cadangan devisa negara sekaligus memperkuat sektor industri kelapa sawit nasional secara signifikan.
Selain kelapa sawit, pemerintah juga membidik komoditas jagung, tebu, dan ubi sebagai bahan baku utama pembuatan etanol atau E20.
Program E20 sendiri merupakan campuran bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang diproyeksikan menggantikan bahan bakar konvensional.
Menteri Pertanian meyakini bahwa dengan kekayaan lahan pertanian Indonesia, target kemandirian energi bukan lagi sekadar impian belaka.
Semua komoditas pendukung energi tersebut dapat tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia tanpa terkecuali.
Implementasi program B50 dan E20 ini juga menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri dari gangguan eksternal.
Sinergi antara kementerian dan perusahaan negara diharapkan dapat mempercepat proses produksi hingga distribusi ke masyarakat luas.
"Bagaimana ke depan kita mandiri energi, mandiri pangan, ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama," tegas Mentan Amran.
Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam mengubah wajah sektor energi Indonesia menjadi lebih mandiri.
Melalui akselerasi hilirisasi ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemain utama energi terbarukan di kancah global.
Upaya ini merupakan warisan penting bagi masa depan bangsa yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat secara ekonomi.
Editor : Aditya Novrian