BANDUNG, RADAR MALANG – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengunjungi rumah duka Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, salah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
Dalam kunjungannya, Panglima menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan proses pemulangan jenazah segera diurus oleh pemerintah.
Baca Juga: Update Gempa Bitung: Tsunami Kecil Terjang Pesisir Maluku Utara Pasca-Gempa M 7,6
Penghormatan dan Jaminan Hak
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya, Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan dua prajurit lainnya akan diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa.
Baca Juga: Dukungan Pengusaha Terhadap SE Menaker, WFH Jadi Kunci Produktivitas di Masa Krisis
Pemerintah melalui TNI juga menjamin pemenuhan hak-hak keluarga korban, yang meliputi:
-
Santunan ASABRI: Sebesar Rp350 juta.
-
Beasiswa Pendidikan: Senilai Rp30 juta serta jaminan biaya pendidikan kedua anak korban hingga dewasa.
-
Gaji Penuh: Pemberian gaji utuh 100% selama 12 bulan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) telah diperintahkan untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait jatuhnya korban dalam misi ini.
Kapten Zulmi sendiri merupakan anggota terbaik dari Grup 2 Kopassus Solo yang dikenal memiliki keahlian dalam operasi tempur konvensional dan lintas udara.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Malang Segel Tiga Reklame Ilegal
"Almarhum adalah salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI. Kami akan memastikan seluruh haknya dan keluarganya terpenuhi dengan baik," tegas Jenderal Agus Subiyanto.
Editor : Aditya Novrian