MALANG, RADAR MALANG – Pemerintah Indonesia mulai mengkaji skema penurunan biaya haji untuk tahun 2027. Sejumlah langkah efisiensi tengah disiapkan agar beban jemaah bisa lebih ringan, mulai dari transportasi hingga akomodasi selama di Arab Saudi.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji RI Muhadjir Effendy mengonfirmasi bahwa berbagai opsi sudah dibahas bersama Prabowo Subianto. Salah satu fokus utama adalah optimalisasi jalur penerbangan jemaah haji Indonesia.
Menurut Muhadjir, penambahan slot penerbangan dinilai menjadi kunci untuk mempercepat mobilitas jemaah, terutama saat fase kepulangan ke Tanah Air. Selama ini, jumlah penerbangan dari Arab Saudi masih terbatas.
Baca Juga: Di Batu, Muhadjir Effendy Target Kampung Haji Indonesia 13 Tower di Makkah Rampung 2029
“Saat ini hanya ada sekitar 17 slot penerbangan per hari dari Madinah dan Makkah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Ke depan, pemerintah berencana menambah jalur penerbangan melalui Bandara Thaif. Skema ini memungkinkan tambahan sekitar 10 penerbangan per hari.
Dengan begitu, total penerbangan harian berpotensi meningkat menjadi 27 kali. Dampaknya, antrean kepulangan jemaah bisa dipangkas lebih cepat.
“Kalau penerbangan bertambah, proses kepulangan bisa lebih ringkas,” jelasnya.
Baca Juga: KPK Ungkap Yaqut Siapkan Rp16,8 Miliar untuk Sogok Pansus Haji Namun Ditolak oleh DPR
Muhadjir menambahkan, percepatan kepulangan ini akan berdampak langsung pada efisiensi biaya haji. Durasi tinggal jemaah di Arab Saudi bisa ditekan menjadi di bawah 35 hari.
Pengurangan masa tinggal tersebut otomatis memangkas biaya penginapan, konsumsi, hingga kebutuhan logistik lainnya.
“Kalau lebih singkat, biaya juga ikut turun,” tegasnya.
Rencana penggunaan Bandara Thaif sendiri disebut sudah mendapat respons positif dari pihak pengelola setempat. Namun, hingga kini masih menunggu kepastian lanjutan dari pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Dibanding 2025, Kuota Haji untuk Kabupaten Malang Turun Jadi 2.115
Selain sektor transportasi, pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen biaya lainnya. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan bagi jemaah terus disisir untuk mencari peluang efisiensi.
“Semua komponen sedang kita evaluasi agar biaya haji ke depan bisa lebih meringankan,” pungkas Muhadjir.
Editor : Aditya Novrian