JAKARTA, RADAR MALANG – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai memproses penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk triwulan kedua tahun 2026.
Baca Juga: Gelar Halalbihalal LP Ma'arif MWC NU dan Pelantikan Pengurus PERGUNU Kecamatan Poncokusumo
Proses ini diawali dengan verifikasi ketat kelayakan KPM pada awal April melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSCN) yang dikelola oleh BPS.
Penyaluran dana bantuan diperkirakan akan mulai bergulir pada akhir April hingga awal Mei 2026, setelah penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan Standing Instruction (SI) ke bank penyalur (Bank Himbara dan PT Pos Indonesia).
Baca Juga: Target B50 Mulai 1 Juli, Sawit Jadi Benteng Pertahanan Energi Nasional Hadapi Krisis Global
Puncak pencairan massal diprediksi terjadi pada pertengahan Mei 2026, di mana saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik jutaan KPM akan mulai terisi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemerintah sedang memperluas uji coba digitalisasi bansos di 40 kabupaten/kota di Indonesia.
Baca Juga: Alun-Alun Malang Dikepung Asap Rokok
Teknologi kecerdasan buatan (AI) akan digunakan untuk menekan kesalahan target penerima hingga di bawah 5%. Digitalisasi ini bertujuan agar penyaluran bantuan lebih akurat, presisi, dan transparan.
Editor : Aditya Novrian