KOTA SOLO, RADAR MALANG - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memberikan peringatan serius mengenai kondisi global yang kini berada dalam situasi sangat sulit.
Ia mengungkapkan adanya tiga disrupsi besar yang terjadi secara bersamaan sehingga membuat seluruh pemimpin negara di dunia merasa pusing.
Baca Juga: Maba Wajib Simak! Berikut Panduan Lengkap Seleksi Mandiri dan Lokasi Strategis TMBK UM Tahun 2026
Analisis tajam ini disampaikan Jokowi dalam sebuah pertemuan strategis, Senin (6/4/2026).
Tiga tantangan utama tersebut meliputi perubahan iklim yang ekstrem, gejolak geopolitik global, serta revolusi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotik.
"Ada tiga kekacauan besar yang kita hadapi dalam saat yang bersamaan. Ini bukan sesuatu yang mudah dalam menahkodai kapal besar seperti negara kita," ungkap Jokowi.
Baca Juga: Hockey Kota Malang Bawa Pulang Tiga Medali dari Kejurnas Eden Cup 2026
Jokowi menyoroti ketidakpastian dunia akibat perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.
Situasi ini telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga mencapai angka 112 dolar AS per barel, atau naik hampir dua kali lipat.
Baca Juga: LP Ma’arif NU Kota Malang Perkuat Ukhuwah Antar Lembaga
Meski demikian, Jokowi memuji langkah berani Presiden Prabowo Subianto yang tetap mempertahankan harga BBM di dalam negeri. Ia menilai keputusan tersebut didasarkan pada kalkulasi yang sangat matang untuk menjaga daya beli masyarakat Indonesia.
"Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo masih mampu mengendalikan harga yang sama. Ini keputusan berani yang dihitung dengan detail," tegas Jokowi.
Selain krisis energi, Jokowi juga meramalkan puncak revolusi AI akan terjadi dalam 5 hingga 15 tahun ke depan. Pada fase tersebut, manusia diprediksi akan sangat kesulitan membedakan antara informasi asli dan rekayasa teknologi yang semakin rumit.
Baca Juga: Dari Tahfidz hingga Double Track, SMAMSA Malang Wadahi Multi-Talenta Siswa
Menyikapi berbagai ancaman tersebut, Jokowi meminta seluruh elemen bangsa untuk tetap tenang dan tidak menciptakan kegaduhan yang tidak perlu.
Ia mengimbau publik agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum teruji kebenarannya atau sekadar "katanya".
Baca Juga: DPR Bongkar Praktik Calo Akpol: Anak Pejabat Titipan Serobot Jatah Anak Daerah 3T
"Jangan membuat kegaduhan. Kalau ada berita yang belum jelas kebenarannya, jangan dinaikkan. Jangan pula menakut-nakuti rakyat dengan isu chaos," tambahnya.
Editor : Aditya Novrian