Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terkuak! PBB Bongkar Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Satya Eka Pangestu • Rabu, 8 April 2026 | 15:44 WIB
KEJAHATAN PERANG: Hasil Investigasi PBB Sebut Satgas TNI Tewas Akibat Proyektil Tank dan Bom Rakitan. (Sumber: Istimewa)
KEJAHATAN PERANG: Hasil Investigasi PBB Sebut Satgas TNI Tewas Akibat Proyektil Tank dan Bom Rakitan. (Instagram: uninindonesia)

NEW YORK, RADAR MALANG - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya merilis temuan awal terkait insiden berdarah yang menewaskan tiga prajurit TNI anggota Satgas UNIFIL di Lebanon Selatan.

Hasil penyelidikan ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai keterlibatan pihak militer Israel dan kelompok Hizbullah dalam tragedi tersebut.

Baca Juga: DPR Bongkar Praktik Calo Akpol: Anak Pejabat Titipan Serobot Jatah Anak Daerah 3T

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada 7 April 2026, menjelaskan bahwa investigasi didasarkan pada bukti fisik di lokasi kejadian.

Temuan awal menunjukkan adanya dua penyebab berbeda dalam dua insiden yang terjadi pada akhir Maret lalu.

"Satu prajurit tewas akibat proyektil tank yang ditembakkan oleh militer Israel," ungkap Dujarric.

Baca Juga: DPR Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kesewenang-wenangan Aparat

Sementara itu, dua prajurit TNI lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan bom rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) yang diduga kuat dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, di mana satu prajurit gugur setelah sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan.

Keesokan harinya, 30 Maret 2026, dua prajurit lainnya menyusul gugur akibat ledakan bom di pinggir jalan saat konvoi berlangsung di dekat wilayah Bani Hayan.

PBB memberikan kecaman keras dan menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian ini tidak dapat diterima.

Dujarric bahkan menegaskan bahwa insiden ini berpotensi masuk ke dalam kategori kejahatan perang menurut hukum internasional.

Baca Juga: Tekan Salah Sasaran, Kemensos Gunakan AI untuk Salurkan Pencairan Bansos April Ini

Di sisi lain, militer Israel sempat membantah terlibat dan menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas seluruh insiden tersebut.

Namun, bukti fisik awal yang dikumpulkan PBB menunjukkan arah yang berbeda terkait sumber tembakan proyektil tank.

Hingga saat ini, proses investigasi masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai otoritas terkait.

Baca Juga: Resmi! 324 Unit Rumah di Kawasan Senen Rampung Juni 2026, Intip Skema Kepemilikannya

PBB mendesak adanya penyelidikan lebih lanjut guna menyeret para pelaku ke pengadilan internasional untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa ini menambah duka mendalam bagi misi perdamaian dunia.

Pemerintah Indonesia diharapkan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi para pahlawan penjaga perdamaian yang telah mendahului kita.

Editor : Aditya Novrian
#unifil #Prajurit TNI #PBB #perkembangan kasus #Lebanon