LUMAJANG, RADAR MALANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah drastis dengan menutup sejumlah pangkalan Elpiji 3 kg yang terbukti melanggar aturan distribusi di tengah keluhan masyarakat mengenai kelangkaan stok.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasar lokal.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama pihak Pertamina Patra Niaga melakukan sidak di sebuah pangkalan di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro.
Baca Juga: Kabar Gembira Bakal Haji! Presiden Prabowo Tegas Larang Kenaikan Kos Haji Dibebankan Kepada Jemaah
Dalam pengecekan tersebut, ditemukan lebih dari 1.000 tabung Elpiji 3 kg yang disimpan di gudang, jumlah yang jauh melebihi wewenang pangkalan yang seharusnya hanya sekitar 100 tabung.
"Ditemukan dengan bukti-bukti akurat bahwa jumlah tabung melebihi kewenangan pangkalan. Pangkalan ini juga menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga Rp19.000 per tabung," ujar Bupati Indah.
Selain di Desa Jarit, penertiban juga dilakukan di Kecamatan Tekung. Pihak Pertamina langsung melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dengan pangkalan tersebut dan memberikan sanksi pengurangan alokasi kepada agen yang terlibat.
Baca Juga: Jawab Tantangan Energi Global, Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Bus dan Truk Listrik di Magelang
Sementara itu, di wilayah lain seperti Pasuruan dan Surabaya, warga mulai kesulitan mendapatkan "gas melon" yang sudah hilang dari pasaran sejak sepekan terakhir.
Banyak ibu rumah tangga harus berkeliling ke berbagai warung namun stok tetap kosong.
Kondisi ini diperparah dengan harga minyak goreng yang masih tinggi, mencapai Rp23.000 per liter untuk minyak curah di pasar tradisional.
Para pedagang makanan mengeluhkan keuntungan yang terus berkurang akibat kenaikan harga bahan pokok dan energi ini.
Baca Juga: Ratusan Juta Belum Dibayar! Para Supplier Datangi SPPG Tagih Tunggakan Program MBG
Polisi kini diminta untuk mengusut dugaan adanya agen yang memindahkan isi gas Elpiji 3 kg ke tabung 12 kg (non-subsidi), yang disinyalir menjadi pemicu kelangkaan.
Pemerintah daerah memastikan akan segera mencari pangkalan pengganti agar distribusi gas ke masyarakat tidak terganggu.
Editor : Aditya Novrian