JAKARTA, RADAR MALANG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan informasi terbaru mengenai kondisi kas negara yang menunjukkan tren penyusutan.
Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau tabungan pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) dilaporkan saat ini hanya menyisakan sekitar Rp120 triliun.
SAL merupakan dana yang berasal dari sisa anggaran tahun-tahun sebelumnya yang berfungsi sebagai cadangan fiskal pemerintah. Secara total, dana tersebut awalnya mencapai Rp420 triliun.
Namun, pemerintah telah melakukan pemindahan dana dalam skala besar ke perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Sekitar Rp200 triliun telah dipindahkan ke perbankan Himbara. Selain itu, belum lama ini kami juga menambah sekitar Rp100 triliun lagi dana pemerintah ke Himbara," jelas Purbaya.
Dengan demikian, total SAL yang telah terpakai atau dialihkan mencapai Rp300 triliun, menyisakan saldo di BI sebesar Rp120 triliun.
Di sisi lain, Purbaya memaparkan bahwa defisit anggaran pada tahun lalu tercatat mencapai 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Meski demikian, pihak kementerian memperkirakan bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) nantinya akan menunjukkan defisit yang lebih rendah, yakni di kisaran 2,8%.
Baca Juga: Persiapan Jalur Mandiri! Cek Rincian Biaya IPI di Fakultas Ilmu Pendidikan UM Tahun 2026
Penurunan proyeksi defisit ini diharapkan dapat sedikit menambah fleksibilitas dana pemerintah di Bank Indonesia ke depannya.
Langkah pengalihan dana ke perbankan nasional ini dipandang sebagai upaya strategis pemerintah untuk mengelola likuiditas di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, termasuk tantangan krisis energi yang sedang dihadapi.
Editor : Aditya Novrian