MOSKOW, RADAR MALANG - Pemerintah Indonesia berhasil memperkuat ketahanan energi nasional melalui kesepakatan strategis dengan Federasi Rusia.
Langkah ini merupakan hasil nyata dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Moskow di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia.
Baca Juga: Prabowo Temui Putin di Moskow, Konsultasi Strategis Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Dunia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan Indonesia akan mendapatkan pasokan minyak mentah (crude oil) dan LPG dari Rusia.
Kepastian ini diperoleh setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia, Sergei Tsivilev, di Moskow pada Selasa, 14 April 2026.
"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu kita mendapatkan hasil yang cukup baik, di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah," ujar Bahlil dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Skandal Grup Chat Mahasiswa FH UI: 16 Mahasiswa Minta Maaf Usai Terseret Kasus Objektifikasi Seksual
Beliau menambahkan bahwa Indonesia juga akan mendapatkan kepastian pasokan LPG untuk kebutuhan domestik.
Kerja sama ini dilakukan melalui skema antarpemerintah (Government-to-Government/G2G) maupun antarkorporasi (Business-to-Business/B2B).
Proses ini merupakan tindak lanjut langsung dari pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Riza Chalid Jadi Tersangka Korupsi Petral, 6 Orang Lainnya Ikut Terseret
Selain pengamanan pasokan, kedua negara juga menyepakati poin strategis terkait ketahanan migas dan hilirisasi industri jangka panjang.
Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi pemerintah dalam menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri.
Menteri Bahlil menegaskan bahwa Indonesia bersikap terbuka dalam membuka opsi impor energi dari berbagai negara demi kepentingan nasional.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan Kondisi Fiskal Tetap Aman
Keberhasilan negosiasi ini dipandang sebagai sinyal positif bagi stabilitas pasokan energi Indonesia di masa depan.
Editor : Aditya Novrian