Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah KWT Buaran Citra Lestari, Sulap Lahan Sempit Jadi Urban Farming Produktif lewat Program BRInita

Aditya Novrian • Rabu, 15 April 2026 | 14:42 WIB
Kisah KWT Buaran Citra Lestari, Sulap Lahan Sempit Jadi Urban Farming Produktif lewat Program BRInita
Kisah KWT Buaran Citra Lestari, Sulap Lahan Sempit Jadi Urban Farming Produktif lewat Program BRInita

JAKARTA, RADAR MALANG – Pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan kini bukan sekadar wacana. Urban farming menjadi solusi nyata untuk menghadirkan ruang hijau produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Hal itu dibuktikan Kelompok Tani (KWT) Buaran Citra Lestari di RT 09/RW 13, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Lahan tidur milik pemerintah daerah seluas sekitar 1.500 meter persegi yang sebelumnya terbengkalai, kini disulap menjadi kawasan pertanian urban berbasis hidroponik.

Ketua KWT Buaran Citra Lestari, Lydwina atau Ina, mengatakan inisiatif tersebut bermula dari keinginan warga untuk memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif.

“Awalnya urban farming di kota sedang ramai. Tahun 2021 mulai dibangun bertahap, diawali kolam ikan bioflok dan konvensional, lalu berkembang ke hidroponik hingga diresmikan pada Desember 2022,” ujarnya.

Seiring perkembangan, kawasan tersebut dikelola oleh beberapa kelompok tani. Salah satunya KWT Buaran Citra Lestari yang kini aktif membudidayakan berbagai komoditas.

Beragam tanaman ditanam, mulai dari bayam, pakcoy, kangkung, tomat, seledri, kacang panjang hingga cabai rawit. Selain itu, mereka juga membudidayakan ikan lele dan nila dengan sistem bioflok.

Tak hanya menjual hasil panen segar, kelompok ini juga mengembangkan produk olahan. Salah satunya teh bunga telang yang diproduksi langsung oleh anggota.

Hasil penjualan kemudian diputar kembali untuk mendukung operasional dan pengembangan kawasan urban farming tersebut.

Perkembangan KWT Buaran Citra Lestari semakin pesat setelah mendapat dukungan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli melalui program BRInita (BRI Bertani di Kota).

“Tahun 2025 kami mendapat bantuan greenhouse, ruang pengelolaan maggot, serta berbagai pelatihan seperti hidroponik, pengolahan ikan lele, hingga pengolahan makanan dan minuman,” jelas Ina.

Memasuki 2026, dukungan terus berlanjut melalui pelatihan lanjutan seperti budidaya anggur, olahan pascapanen, pembuatan ecoprint, hingga pelatihan packaging dan pemasaran produk.

Selain peningkatan kapasitas, bantuan juga diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana. Di antaranya renovasi ruang anggur, pembaruan pintu masuk kawasan, benih ikan nila, media tanam, hingga kemasan produk.

Menurut Ina, keberadaan greenhouse menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hasil panen.

Lebih dari sekadar kegiatan bertani, urban farming ini juga menjadi ruang aktivitas sosial bagi para anggota, yang sebagian besar merupakan pensiunan.

“Kami jadi bisa tetap produktif mengisi waktu, hasilnya juga bermanfaat. Selain itu, aktivitas ini membuat kami lebih sehat karena setiap hari berkegiatan di lingkungan hijau,” ungkapnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa program BRInita merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian perkotaan.

Program ini tidak hanya menyediakan infrastruktur seperti greenhouse dengan metode vertikultur, hidroponik, dan wall gardening, tetapi juga pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan.

“Program ini diharapkan mampu mendorong perempuan mengambil peran lebih besar, baik di keluarga maupun masyarakat, sesuai semangat Kartini untuk terus maju dan memberi dampak,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah menjangkau 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dengan melibatkan 1.351 orang.

Program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan, termasuk mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan hingga 47 persen.

Di sisi lingkungan, program ini telah menghasilkan puluhan ribu tanaman sayuran, pupuk organik cair, enzim ramah lingkungan, hingga menekan emisi gas rumah kaca dari aktivitas pertanian hidroponik.

Editor : Aditya Novrian
#urban farming Jakarta #KWT Buaran Citra Lestari #pertanian kota naskah: #BRI peduli #BRInita