Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lirik Lagu 'Erika' HMT ITB Tuai Kecaman, Dinilai Memuat Unsur Pelecehan Seksual

Afida Rahma Tsabita • Kamis, 16 April 2026 | 15:15 WIB
Tangkap layar dari video yang menampilkan OSD HMT ITB membawakan lagu Erika. (@iPoopBased)
Tangkap layar dari video yang menampilkan OSD HMT ITB membawakan lagu Erika. (@iPoopBased)

RADAR MALANG – Jagat maya dihebohkan oleh viralnya video yang menampilkan mahasiswa Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyanyikan lagu berjudul “Erika”.

Lagu tersebut menuai kecaman publik lantaran liriknya dinilai mengandung unsur pelecehan seksual dan objektifikasi terhadap perempuan.

Baca Juga: Skandal Grup Chat Mahasiswa FH UI: 16 Mahasiswa Minta Maaf Usai Terseret Kasus Objektifikasi Seksual

Polemik bermula ketika akun X @iPoopBased mengunggah sebuah video berdurasi 3 menit 55 detik pada Senin (13/4). Video itu memperlihatkan sekelompok mahasiswa laki-laki dan perempuan bernyanyi serta berjoget di depan sebuah panggung dalam sebuah kegiatan. 

Sorotan publik tertuju pada lirik lagu yang tidak pantas, seperti “Erika buka celana, diam-diam main gila. Pagi-pagi Erika mandi, lenggak-lenggok di pinggir kali, Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi.”

Respons negatif dari warganet pun bermunculan, banyak yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai akademik dan etika kampus.

Kasus ini semakin mendapat perhatian karena sebelumnya sempat muncul kasus serupa yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia terkait dugaan pelecehan seksual. 

Baca Juga: Mahasiswa Geruduk DPRD Kabupaten Malang Tuntut Kasus Andrie Yunus Diusut hingga Aktor Intelektual

Menanggapi kejadian ini HMT ITB merilis pernyataan resmi pada Rabu (15/4) dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT ITB.

Dalam pernyataan itu, HMT ITB menyebut OSD adalah unit kegiatan yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan lagu “Erika” dibuat pada tahun 1980-an. 

HMT ITB mengakui adanya kelalaian dan menyatakan tidak akan membenarkan tindakan yang merendahkan martabat suatu individu. 

HMT ITB juga menyebut telah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bersangkutan untuk segera menghapus konten video dan audio dari saluran resmi HMT ITB  dan menindak akun pribadi yang terhubung.

Terakhir, HMT ITB akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap standar dan pedoman aktivitas organisasi supaya sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang berkembang di lingkungan kampus dan masyarakat. 

 

Editor : Aditya Novrian
#OSD #pelecehan seksual #itb