Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sampaikan Penemuan Sumber Energi Gas Raksasa di Bumi Kutai

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 21 April 2026 | 21:00 WIB
Kementrian ESDM, Bahlil Lahadalia konfirmasi penemuan 5 triliun cubic feet gas oleh ENI. (Sumber: Istimewa)
Kementrian ESDM, Bahlil Lahadalia konfirmasi penemuan 5 triliun cubic feet gas oleh ENI. (Sumber: Istimewa)

 

KALIMANTAN TIMUR, RADAR MALANG – Penemuan sumber energi gas baru di sumur Geliga, Kutai, Kalimantan Timur, telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin (20/4/2026). Perusahaan energi asal Italia (ENI) berhasil menemukan gas raksasa tersbut di area sumur Geliga.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) di kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Menteri ESDM membuka suara terkait kabar besar bagi industri migas nasional. Ia mengonfirmasi kebenaran atas penemuan 5 triliun cubic feet (TCF) untuk gas yang berhasil ditemukan langsung oleh perusahaan energi ENI di wilayah Giant dari blok Geliga.

Baca Juga: Jumlah Membeludak, Dilema Kadis KPKP Mengaku Kewalahan Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Sang “Monster” Sungai

Penemuan sumber gas tersebut berdampak pada melejitnya potensi kondensat yang diperkirakan mencapai 300 juta barel setara minyak (BOE). Penemuan ini membawa angin segar atas pencapaian luar biasa di sektor energi nasional.

“Kita mendapatkan kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak, maka ENI pada tahun 2028 bisa kita maksimalkan mencapai sampai kurang lebih sekitar 2000 MM untuk gas. Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600 sampai 700, nanti di tahun 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2000 MM” ucap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam pidatonya.

Baca Juga: Berhasil Ringkus Pengedar Dolar Palsu, Bareskrim Amankan 874 lembar Dolar USD, Sindikat Besar Kini Diburu 

Beberapa perencanaan Ia juga menambahkan bahwa, di tahun 2030 kondensat akan dikembangkan menjadi 3000 MM.

Selain gas, produksi kondensat akan dijadwalkan pada tahun 2028 dengan jumlah volume yang diperkirakan sebanyak 90.000 barel. Angka ini selalu ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai angka 150.000 barel di tahun 2029 hingga 2030.

Baca Juga: Pembuang Bayi di Klojen Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelakunya

Ia menambahkan bahwa, hal tersebut merupakan bentuk langkah strategis guna menjamin kebutuhan pasokan gas dalam negeri tanpa bergantung pada impor sekaligus mendorong perkembangan industri hilirisasi.

“Ini akan mengurangi impor krud kita dengan penambahan kondensat kurang lebih sekitar sembilan puhuh sampai seratus lima puluh ribu barel nanti pada tahun 2030,” kata Bahlil.

Editor : Aditya Novrian
#Indonesia Hari Ini #Gas