BEKASI, RADAR MALANG – Kebijakan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tekait penerapan bahasa Inggris dalam kegiatan pemerintahan dinilai sebagai bentuk peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan tersebut telah direalisasikan dalam rapat pembahasan proyek pengolahan sampah menjadi energi Listrik (PSEL) di Gedung Teknis Pemerintahan Kota Bekasi, Rawalumbu, pada Jumat (24/4/2026) oleh Tri saat memimpin rapat.
Tidak hanya Tri yang menerapkan penggunaan bahasa Inggris, tamu undangan yang hadir dalam rapat, meliputi jajaran PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kiswatiningsih, hingga Kepala Dinas Bina Marga dan Sumer Daya Air (DBMSDA) Idi Susanto, juga ikut serta menerapkan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Praka Rico Gugur: Kemhan Berduka, Kemlu Sebut Serangan Israel Sebagai Kejahatan Perang
Sebelumnya, Tri menjelaskan maksud dari kebijakan “One Day English” terhadap ASN Pemerintah Kota Bekasi.
Ia menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan suatu proses peningkatan kompetensi komunikasi ASN, terutama dalam menghadapi kerja sama internasional.
“Hari ini adalah minggu kedua Pemerintah Kota Bekasi untuk bisa berbahasa Inggris dalam satu hari. Dan ini tentu adalah suatu proses,” ujar Tri dalam keterangan resminya, Jumat.
Baca Juga: Praka Rico Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon, Sekjen PBB Desak Israel Hetikan Serangan
Meskipun perusahaan menyediakan penerjemah bahasa Inggris, Pemkot Bekasi tetap mempersiapkan diri agar mampu menyampaikan ide dan gagasan secara langsung. Langkah ini sejalan dengan sejumlah kerja sama yang terjalin dengan Cina, Wangneng, dalam proyek PSEL.
“Kami harus menelaah, meresap, dan menyampaikan ide gagasan sehingga harapan bersama bisa tercapai,” ucapnya.
Selain itu, Tri menilai bahwa menguasai bahasa asing merupakan bagian dari skema jangka panjang guna menarik investasi ke daerah.
Baca Juga: Kisah Mantri Perempuan BRI di Kei Besar, Menembus Medan Ekstrem Demi Akses Keuangan Warga 3T
“Kami tidak pernah berhenti belajar agar mampu menarik investasi. Walaupun ini bukan satu-satunya faktor, tapi ini menjadi pendorong,” jelasnya.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN dalam penggunaan bahasa Inggris akan dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap, masyarakat Kota Bekasi dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Kami akan terus meng-upgrade diri dan harapannya masyarakat Kota Bekasi juga bisa bersimbiosis dan beradaptasi,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian