BENGKULU, RADAR MALANG - Kabar bahagia datang dari Provinsi Bengkulu yang telah resmi dapat memproduksi minyak goreng lokal secara mandiri.
Hal ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa yang dapat menjadi tonggak sejarah baru bagi daerah tersebut karena seluruh prosesnya melibatkan sumber daya asli putra daerah.
Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Anak di Daycare Jogja: Diduga karena Tekanan Ekonomi
Minyak goreng "Bumi Merah Putih" merupakan minyak gorreng kemasan yang diproduksi secara mandiri oleh UMKM lokal dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kehadiran produk ini bertujuan untuk mengolah potensi sawit yang melimpah di Bengkulu agar memberikan nilai tambah langsung bagi perekonomian masyarakat setempat.
Baca Juga: Nyatakan Permohonan Maaf, Rudy Mas'ud Sampaikan Dua Komitmen Penting
Berbahan Baku Petani Lokal dan Kualitas Premium
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa bahan baku utama minyak goreng ini diambil langsung dari hasil panen petani sawit di berbagai wilayah Bengkulu, termasuk salah satu pemasok utama dari Bengkulu Utara.
Meski berstatus produk lokal, kualitas "Bumi Merah Putih" diklaim mampu bersaing dengan merek-merek premium yang selama ini mendominasi pasar nasional.
Baca Juga: Mengapa Singapura dan Malaysia Menolak? Simak Wacana Menakar Pajak Jalur Laut Terpadat Dunia
"Kita dukung UMKM seperti ini agar setiap dari kita bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat. Kehadiran minyak goreng Bumi Merah Putih adalah bukti bahwa kita bisa memberikan manfaat besar tanpa harus bergantung pada produk luar," ujar Helmi Hasan saat peluncuran produk tersebut.
HARGA LEBIH MURAH
Salah satu keunggulan utama dari minyak goreng Bumi Merah Putih adalah harganya yang sangat kompetitif.
Produk ini dibanderol dengan harga berkisar antara Rp16.000 hingga Rp16.500 per liter. Harga tersebut dinilai sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga energi dan pangan global.
Baca Juga: Disiplin dalam Laporan Administrasi, Pemkab Malang Raih Penghargaan Kinerja Tinggi dari Kemendagri
Saat ini, distribusi minyak goreng Bumi Merah Putih masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam wilayah Provinsi Bengkulu dengan target produksi minimal 1.000 karton per hari atau sekitar 26.000 karton setiap bulannya.
Namun, pemerintah daerah tidak berhenti di situ. Ke depannya, produk ini ditargetkan untuk memperluas jangkauan distribusi ke kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Baca Juga: Parah Kaltim Bergejolak! Simak Fakta Berikut yang Menjadi Penyebab Gejolak Sosial di Kaltim
Langkah ini diharapkan dapat menjadikan "Bumi Merah Putih" sebagai identitas kebanggaan Bengkulu sekaligus simbol kebangkitan produk lokal di kancah nasional.
Editor : Aditya Novrian