JAKARTA, RADAR MALANG - Isu miring mengenai ketahanan fiskal Indonesia sempat memicu kekhawatiran publik dalam beberapa pekan terakhir.
Kabar buruk yang menyebutkan bahwa posisi kas negara hanya cukup untuk membiayai pengeluaran selama dua minggu menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media.
Baca Juga: Bukan Sekadar Teknologi, Ini Alasan Teknis Mengapa E-KTP RI Kalah Canggih dari MyKad Malaysia
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa segera merespons narasi negatif tersebut dengan memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi saldo anggaran negara.
Beliau menegaskan bahwa kabar yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp10 triliun merupakan kekeliruan data yang sangat besar.
Purbaya mengklarifikasi bahwa Rp10 triliun tersebut hanyalah bagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang terparkir di Bank Indonesia.
Baca Juga: Dapatkan Lampu Hijau Kementrian ESDM, BOBIBOS Siap Masuk Tahap Uji Laboratorium
Secara keseluruhan, pemerintah memiliki "bantalan" fiskal atau saldo cadangan yang mencapai Rp420 triliun untuk mengamankan belanja negara.
Dari total dana tersebut, sebanyak Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan dalam bentuk deposito on call yang siap ditarik sewaktu-waktu.
Baca Juga: Bengkulu Resmi Luncurkan "Bumi Merah Putih", Minyak Goreng Mandiri Hasil Karya UMKM Lokal
Penempatan ini memastikan likuiditas negara tetap terjaga meski menghadapi ketidakpastian harga minyak dunia yang diprediksi mencapai 100 dolar AS per barel.
Kekuatan APBN Indonesia juga tecermin dari realisasi pendapatan negara hingga Maret 2026 yang tumbuh 10,5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini didorong oleh penerimaan pajak yang solid, sehingga defisit anggaran tetap terjaga pada level yang sangat aman bagi stabilitas nasional.
Baca Juga: KA Dhoho Tabrak Truk Bermuatan Pasir di Perlintasan Blitar, Diduga karena Mesin Mati Mendadak
Purbaya menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh disinformasi yang meragukan kredibilitas pengelola keuangan negara.
Pemerintah berkomitmen penuh pada transparansi dan pengelolaan utang yang akuntabel, sebagaimana telah diakui oleh berbagai lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Editor : Aditya Novrian