BEKASI, RADAR MALANG - Keselamatan transportasi publik kembali menjadi sorotan tajam setelah insiden kecelakaan maut KRL vs KA Argo Bromo di perlintasan kereta api Bekasi pada Senin (27/04/2026) yang viral baru-baru ini.
Tragedi tersebut memicu desakan publik akan perlunya perbaikan infrastruktur yang lebih aman di kawasan padat penduduk.
Baca Juga: Tepis Isu Kas Negara Kritis, Menkeu Purbaya Tegaskan Saldo APBN Masih Sangat Kuat
Menanggapi situasi yang mendesak ini, Presiden Prabowo Subianto secara langsung meninjau para korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/04).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas nama pribadi dan pemerintah.
Presiden menegaskan bahwa banyak perlintasan kereta api di Indonesia yang saat ini masih belum terjaga dengan baik.
Baca Juga: Redam Lonjakan Harga Plastik, Menteri Airlangga Umumkan Hapus Bea Masuk LPG serta Bahan Baku Polimer
Hal ini menjadi penyebab utama tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan warga dan rangkaian kereta api.
Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo resmi menyetujui usulan Pemerintah Daerah Bekasi untuk membangun flyover di titik rawan tersebut. Pembangunan ini akan didanai melalui bantuan presiden untuk mempercepat proses eksekusi di lapangan.
Baca Juga: Pemkot Malang Koordinasikan Perbaikan Halte yang Tak Layak dengan Pemprov Jatim
Tidak hanya di Bekasi, pemerintah juga mengidentifikasi sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di seluruh Pulau Jawa yang butuh penanganan segera.
Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyelesaikan masalah infrastruktur yang telah terbengkalai selama puluhan tahun ini.
Baca Juga: DLH Kabupaten Malang: Limbah SPPG Harus Dikelola
Estimasi anggaran yang disiapkan pemerintah untuk perbaikan menyeluruh perlintasan kereta api mencapai hampir Rp4 triliun.
Alokasi dana besar ini diprioritaskan untuk pembangunan flyover maupun penambahan pos jaga di titik-titik krusial demi keselamatan warga.
Editor : Aditya Novrian