Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan Tuai Kritikan Tajam, Menteri PPPA Arifah Fauzi Beri Klarifikasi

Marsha Nathaniela • Kamis, 30 April 2026 | 09:57 WIB
Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi memberikan pernyataan klarifikasi usai usulan kontroversi mengenai pemindahan gerbong khusus perempuan. (Instagram/kemenpppa).
Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi memberikan pernyataan klarifikasi usai usulan kontroversi mengenai pemindahan gerbong khusus perempuan. (Instagram/kemenpppa).

RADAR MALANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengunggah klarifikasi usai memberikan pernyataan mengenai pemindahan gerbong perempuan ke bagian tengah KRL. Usulan tersebut mendapatkan kritikan tajam dari masyarakat karena terdengar mengabaikan keselamatan penumpang laki-laki.

“Gerbong perempuan ditaruh di paling depan atau paling belakang agar tidak terjadi rebutan. Namun, atas peristiwa ini kami mengusulkan gerbong perempuan dipindah ke tengah, jadi yang depan dan belakang diisi oleh penumpang laki-laki” terang Arifah Fauzi saat ditanyai oleh awak media di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Baca Juga: Respon Cepat Pemerintah! Presiden Prabowo Targetkan Flyover Bekasi Rampung Pasca Insiden Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo

Atas hal tersebut, melalui unggahan Instagram Kementerian PPPA, Arifah memberikan pernyataan klarifikasi. Ia menyadari bahwa ucapannya kurang tepat dalam menanggapi insiden kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atas pernyataan tersebut,” ungkapnya, Rabu (29/4).

Ia menjelaskan bahwa keselamatan warga Indonesia menjadi prioritas, tanpa memandang gender. “Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama, baik perempuan maupun laki-laki,” imbuhnya.

Baca Juga: Tepis Isu Kas Negara Kritis, Menkeu Purbaya Tegaskan Saldo APBN Masih Sangat Kuat

Saat ini, hal yang menjadi utama adalah memastikan penanganan yang terbaik bagi seluruh korban yang meninggal maupun yang mengalami luka-luka. Dalam hal ini, PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak yang ditinggalkan orang tuanya.

“Kementerian PPPA berkomitmen untuk memberikan pendampingan psikologi, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan,” terang Arifah.

Arifah Fauzi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap korban sekaligus mendorong pembaruan sistem keselamatan transportasi umum.

“Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian kepada penanganan korban, doa, serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi yang serupa tidak terjadi kembali. Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi,” ujarnya.

 Baca Juga: KA Dhoho Tabrak Truk Bermuatan Pasir di Perlintasan Blitar, Diduga karena Mesin Mati Mendadak

Editor : Aditya Novrian
#menteri pppa #arifah fauzi