JAKARTA, RADAR MALANG – Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa kampus dapat membantu peningkatan gizi nasional dengan mempertimbangkan untuk memiliki minimal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri," ujar Dadan, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki potensi dalam mengatur strategi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, Unhas menjadi kampus pertama di Indonesia yang memiliki SPPG.
Baca Juga: Sampaikan Permohonan Maaf, Menteri PPPA: Kami Tak Bermaksud Abaikan Keselamatan Laki-Laki
Dadan menegaskan, SPPG diproyeksikan tidak hanya sebatas penyedia konsumsi bergisi, tetapi juga menjadi sentra penguat ekonomi di lingkungan kampus.
Keberadaan SPPG di kampus tidak menutup kemungkinan akan terjadinya suatu kolaborasi antara mahasiswa dengan program tersebut, misalnya mengintegrasikan kegiatan akademik dengan praktik lapangan. Mahasiswa dapat dilibatkan langsung dalam mengelola pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan.
Sebagaimana keterlibatan mahasiswa tersebut, SPPG menyediakan teknologi pertanian, pengolahan pangan, dan manajemen rantai pasok.
Dadan juga menjelaskan program ini terhubung langsung dengan lingkungan akademik kampus. Berbagai disiplin ilmu, mulai dari Kedokteran, Gizi, sektor pertanian, peternakan, hingga spesialis anak turut berperan aktif dalam penelitian serta layanan gizi.
Baca Juga: Jelang May Day: 400 Ribu Buruh Bakal Padati Monas, Presiden Dijadwalkan Hadir Beri Kejutan
Tak sampai di situ, SPPG dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium untuk mengembangkan riset dan inovasi.
"Karena teknologi, SDM dan inovasi-inovasi yang dimiliki perguruan tinggi saya kira akan banyak manfaatnya untuk program makan bergizi mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, pelatihan dan bimbingan teknis," kata Dadan.
Dengan demikian, ia berharap dengan adanya program MBG di lingkungan kampus mampu menciptakan kolaborasi-kolaborasi aktif antara petani, peternak, kampus, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Editor : Aditya Novrian