Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hardiknas 2026: Mendikdasmen Paparkan 5 Strategi “Deep Learning” Guna Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Sabtu, 2 Mei 2026 | 22:00 WIB
UPACARA HARDIKNAS: Abdul Mu,ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberi amanat atau pidato di tengah pelaksanaan upacara Hardiknas 2026. Ia memaparkan 5 Strategi “Deep Learning” Guna Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia. (Sumber: Istimewa)
UPACARA HARDIKNAS: Abdul Mu,ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberi amanat atau pidato di tengah pelaksanaan upacara Hardiknas 2026. Ia memaparkan 5 Strategi “Deep Learning” Guna Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, RADAR MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan pidato krusial dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Acara berlangsung khidmat di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, pada (2/5/2026) pukul 07.00 WIB.

Mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", Hardiknas tahun ini dirancang sebagai momentum berharga untuk mewujudkan komitmen dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sesuai dengan landasan Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan, serta membangun watak bangsa.

Baca Juga: Perkuat Gizi Masyarakat, BGN: Kampus Perlu Memahami ini, Minimal Punya Satu SPPG dulu

Guna merealisasikan tujuan tersebut, Kemdikdasmen meluncurkan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) sebagai program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Berikut adalah lima kebijakan strategis yang ditetapkan dan dipaparkan Mendikdasmen:

  1. Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi. Pemerintah fokus pada Pembangunan fisik dan digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hal ini mencakup penyediaan sarana yang memadai agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman.
  2. Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru. Menempatkan guru sebagai kunci peradaban, kebijakan ini mencakup pemenuhan kualifikasi akademik lewat beasiswa, pelatihan kompetensi AI dan coding, hingga peningkatan tunjangan sertifikasi yang kini disalurkan setiap bulan.
  3. Penguatan Karakter dan Budaya ASRI. Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Program MBG dan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" turut menjadi pilar dalam menciptakan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa.
  4. Akselerasi Kualitas Literasi, Numerasi, dan STEM. Meningkatkan capaian pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, dan STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika). Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi alat evaluasi untuk intervensi mutu dan pemetaan jenjang studi lanjut.
  5. Perluasan Akses Pendidikan yang Fleksibel. Memebrikan kesempatan pendidikan yang luas dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Hal ini mencakup pengembangan sekolah satu atap, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan penguatan layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sekolah inklusi yang berkeadilan.

Baca Juga: UB Siapkan 53 Skema Beasiswa Non-KIP Kuliah, Polinema Punya 21 Pilihan

Sebagai penutup, Mendikdasmen menegaskan pentingnya prinsip 3M: Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus, guna menimbulkan dampak nyata bagi kemjuan bangsa.

Editor : Aditya Novrian
#kemdikdasmen #Pidato Hardiknas #Hardiknas 2026 #hardiknas