JAKARTA, RADAR MALANG – Menteri Sosial Saifulah Yusuf (Gus Ipul) memberikan klarifikasi tegas mengenai isu penggelembungan harga sepatu Sekolah Rakyat (SR) yang viral mencapai Rp700.000 per pasang.
Beliau menyatakan bahwa angka tersebut merupakan Pagu Anggaran (batas atas) untuk jenis sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL), bukan harga beli final.
Baca Juga: Tembus Rp17.400, Mengapa Rupiah Melemah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,61%?
"Pagu Rp700.000 itu adalah batas atas. Nanti jika proses lelang dan pengadaan sudah dilakukan, harganya akan jauh lebih murah karena melalui mekanisme tender dan e-katalog," ujar Gus Ipul dalam wawancara di salah satu stasiun TV, Jakarta (6/5/2026).
Beliau menambahkan bahwa pengadaan ini mencakup 39.000 pasang sepatu dengan total nilai perencanaan Rp27 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Baca Juga: Viral Kronologi Pemukulan Waketum PSI Bro Ron, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
Bukan Sepatu yang Viral di Media Sosial
Terkait foto viral yang memperlihatkan Mensos memasangkan sepatu kepada siswa, Gus Ipul meluruskan bahwa sepatu tersebut merupakan sumbangan pribadi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Sepatu tersebut merupakan bantuan khusus saat acara di Malang dan bukan bagian dari proyek pengadaan Kementerian Sosial.
Sepatu standar Sekolah Rakyat nantinya akan terdiri dari empat jenis yaitu sepatu harian, olahraga, Pakaian Dinas Harian (PDH), dan PDL bot berkualitas tinggi.
Baca Juga: Respon Demo Besar, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket
Komitmen Transparansi dan Pengawasan KPK
Menanggapi dugaan praktik korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang mempelajari seluruh proses bisnis pengadaan di Kemensos, tidak terbatas pada sepatu saja.
Gus Ipul menyambut baik pengawasan ini dan memastikan seluruh data pemenang tender dapat diakses publik melalui situs resmi kementerian.
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Soal Kasus Andre Yunus: "Jangan Gunakan Hukum untuk Intimidasi"
"Kami belajar dari masa lalu, jangan sampai pengadaan untuk rakyat miskin dinodai oleh penyimpangan," tegasnya.
Pemerintah juga menekankan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dalam seluruh item seragam siswa SR tahun ini.
Editor : Aditya Novrian