RADAR MALANG – Sejumlah media yang disebut oleh Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, akhirnya memberikan tanggapan resmi. Tidak sedikit dari media tersebut yang membantah memiliki kemitraan dengan pemerintah.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (6/5/2026) Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, membeberkan nama-nama media yang resmi menjadi mitra pemerintah.
Adapun media tersebut, di antaranya Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, USS Feeds, Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Cerativox, Kok Bisa, Taubatters, Pandemictalks, Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Goodstats, Hai Dudu, Proud Project, Kumpul Leaders, CXO Media, The Mapple Media, Melodi Alam, Mahasiswa dan Jakarta, dan Mature Indonesia.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Buka Suara Soal Kecelakaan Bus ALS: Diduga Hindari Jalan Berlubang
Menyikapi hal tersebut, beberapa media langsung memberikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial masing-masing.
1. Instagram/@kokbisa
Tim Kok Bisa menyebut bahwa mereka tidak berafiliasi dengan kepentingan politik manapun. Akun ini merupakan media independen yang berada di bawah naungan Rombak Media, bagian dari Tempo Media Group.
Postingan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menghadiri pertemuan dengan Kepala Bakom RI dan tidak pernah menjalin kemitraan sebagai media pendukung pemerintah.
Baca Juga: “Harus Mengayomi”, Mahfud MD Sebut Militeristik Tidak Cocok untuk Polri
2. Instagram/@menjadimanusia.id
Menjadi Manusia dalam postingannya mengatakan bahwa pihaknya tidak direkrut oleh Bakom RI. Namun, mereka mengaku bahwa media ini terdaftar dalam Indonesia New Media Forum (INMF) untuk menjalin jejaring dan menciptakan ruang aman bersama media-media baru.
Perlu diketahui bahwa INMF merupakan inisiatif mandiri dari komunitas media baru dan bukan organisasi yang dibentuk oleh pemerintah. Pihak Menjadi Manusia juga menambahkan bahwa media ini merupakan media independen dan senantiasa berdiri dengan nilai-nilai kemanusiaan yang penting untuk disuarakan.
3. Instagram/@bigalphaid
Big Alpha ID mengaku bahwa terlibat dengan INMF yang disebut sebagai forum independen untuk wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi yang mendorong ekosistem media digital sehat, kredibel, dan transparan.
Namun, pihak mereka membantah bahwa media ini digunakan untuk menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah. Mereka tetap berkomitemn untuk selalu independen dalam menyajikan konten-konten yang objektif, akurat, berbasis data, kredibel, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Akhirnya, Pelaku Pencabulan dan Rudapksa Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati Berhasil Dibekuk
4. Instagram/@ngomonginuang
Media Ngomongin Uang memberikan pernyataan bahwa pihaknya tidak bermitra dengan pemerintah. Mereka juga menyebut media ini tidak pernah menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi secara digital atau bertatap muka dengan pihak Bakom RI.
5. Instagram/@bapak2id
Pihak @bapak2id memberikan tanggapan berupa bantahan bahwa mereka tidak terlibat, bahkan tidak hadir di konferensi pers Bakom RI. Mereka juga menyebut tidak mengetahui mengenai kemitraan media dengan pemerintah.
Baca Juga: Laka, Bus ALS Vs Truk Tangki Hingga Terbakar dan Tewaskan 16 Penumpang
6. Instagram/@pandemictalks
Pandemic Talks membantah isu kemitraan dengan pemerintah. Pihaknya mengaku bahwa tidak direkrut oleh Bakom RI.
Di sisi lain, mereka tergabung dalam INMF yang merupakan bagian dari upaya untuk membangun relasi antarpelaku New Media guna menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Mereka selalu berkomitmen sebagai media yang menjunjung nilai independen dan kemanusiaan.
Hingga kini, polemik daftar media yang telah disebut sebagai mitra pemerintah masih menjadi perhatian publik. Dengan klarifikasi dari sejumlah media tersebut, dapat menjadi upaya untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca Juga: Danantara Pangkas BUMN Jadi 200 Perusahaan, Doni Oscaria Tegaskan Tidak Akan Ada PHK Massal
Editor : Aditya Novrian