JAKARTA, RADAR MALANG – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa terdapat dua kasus pasien suspek Hantavirus di Indonesia, tepatnya di wilayah Jakarta Utara, DKI Jakarta, dan di Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementrian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengonfirmasi kebenaran adanya dua pasien yang sempat mengalami gejala infeksi Hanavirus.
"Saat ini ada 2 kasus suspek Hantavirus di Indonesia," ujar Aji, pada Jumat (8/5), dikutip dari iNews.
Baca Juga: Updata Hantavirus: Menkes Budi Gunadi Koordinasi dengan WHO Terkait Ancaman Hantavirus di Indonesia
Meski demikian, Aji kembali mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kedua suspek tersebut menunjukkan hasil negatif. Kemenkes juga telah memastikan kondisi keduanya sudah membaik.
"Tapi hari ini saya dapat info keduanya sudah negatif dan sembuh," tambah dia.
Aji memaparkan bahwa, jika ditotal secara kumulatif, sepanjang 2024 hingga saat ini berada di minggu ke-16 tahun 2026, tercatat sebanyak 251 kasus suspek Hantavirus di Indonesia. Dari 251 kasus, tercatat 23 kasus dinyatakan positif dan 221 kasus negatif, 4 kasus lainnya masih dalam tahap pemeriksaan, dan 3 kasus tidak dapat diambil spesimennya.
Baca Juga: Waspada Hantavirus! Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
23 kasus positif diketahui berasal dari berbagai provinsi, yakni DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
Sejumlah Upaya telah dilakukan pihak Kemenkes untuk mengendalikan penularan Hantavirus di Indonesia. Langkah yang diambil berupa pemantauan situasi melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tak hanya itu, dilakukan pula pemantauan perjalanan pelaku dari negara terjangkit, upaya sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, penerbitan surat edaran kewaspadaan, penguatan deteksi dini melalui surveilans, hingga pengendalian populasi hewan pengerat (rodensia) yang menjadi sumber utama penularan Hantavirus.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Buka Suara Soal Kecelakaan Bus ALS: Diduga Hindari Jalan Berlubang
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Hantavirus disebabkan oleh Orthohantavirus yang termasuk ke dalam famili Hantaviridae. Virus ini memiliki 50 strain, dan 24 diantaranya dapat menginfeksi manusia.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat, seperti tikus, celurut, tikus tanah, dan kelelawar. Virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan, paparan urin, feses, atau saliva, serta melalui inhalasi partikel aerosol yang terkontaminasi.
Editor : Aditya Novrian