Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Dukono Erupsi: Tiga Pendaki Dinyatakan Tewas, Puluhan Pendaki Dievakuasi

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:00 WIB
ERUPSI: Penampakan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara mengeluarkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal pada Jumat (8/5), pukul 07.41 WIT. (Sumber: Istimewa)
ERUPSI: Penampakan Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara mengeluarkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal pada Jumat (8/5), pukul 07.41 WIT. (Sumber: Istimewa)

HALMAHERA UTARA, RADAR MALANG – Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (8/5), pukul 07.41 WIT.

Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa tinggi kolom letusan mencapai 10.000 meter di atas puncak atau 11.087 meter di atas permukaan air laut.

Kolom erupsi berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal. Abu erupsi menyebar ke arah utara sehingga memicu hujan abu vulkanik di wilayah permukiman dan kota Tobelo.

Baca Juga: Hendak Kabur ke Lampung, Baby Sitter Penculik Balita Milik Majikan Berhasil Ditangkap di Dalam Bus

Erupsi tersebut memicu respons dari Abdul Muhari selaku juru bicara BNPB yang menjelaskan bahwa sejak 29 Maret, aktivitas visual dan kegempaan gunung Dukono terpantau meningkat hingga memicu letusan, meski demikian, pihak berwenang menetapkan status gunung api tersebut masih bertahan di level II (Waspada).

"Aktivitas kegempaan terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik (lebih dari 16 menit)," kata Abdul Muhari mengutip keterangan PVMBG.

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara Hentje Hetharia turut mengatakan bahwa akibat erupsi ini terdapat sedikitnya lima pendaki yang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Dijerat 3 Pasal, Pelaku Pencabulan dan Rudapaksa Santriwati Ndholo Kusumo Divonis 15 Tahun Penjara

Mengetahui informasi tersebut, tim gabungan BPBD diberangkatkan menuju lokasi erupsi pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue untuk mengevakuasi puluhan pendaki yang masih terjebak.

"Tim Gabungan diberangkatkan pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya, kemudian melanjutkan perjalanan dengan pendakian ke titik lokasi korban," kata Abdul, lewat keterangan tertulis pada Jumat (8/5) siang.

Selain tim BPBD, personel Basarnas juga dikerahkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para pendaki. Humas Basarnas, Ikhsan mengabarkan terdapat tiga pendaki meninggal dunia, di antaranya dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) dan satu pendaki Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga: Dua Pasien Suspek Hantavirus Ditemukan di Indonesia, Pemerintah Gerak Cepat Cegah Penyebaran

Sementara itu, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu. membenarkan bahwa terdapat tujuh pendaki WNA dan delapan pendaki WNI lainnya telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan kini telah dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Namun, hingga saat ini tim gabungan BPBD dan Basarnas masih melakukan pencarian terhadap tiga pendaki yang belum ditemukan, yakni:

  1. Heng Wen Qiang Timothy (30) laki-laki WNA
  2. Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27) laki-laki WNA
  3. Enjel, perempuan WNI
Editor : Aditya Novrian
#gunung dukono #halmahera utara #erupsi