GORONTALO, RADAR MALANG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mengimplementasikan konsep Ekonomi Biru guna menyejahterakan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Temukan Belatung dan Tumpukan Sampak, KSP Dudung Ancam Tutup Paksa Dapur MBG Seusai Sidak
Dalam kunjungannya ke Gorontalo, Presiden mengungkapkan rencana investasi besar-besaran di sektor kelautan untuk memastikan kekayaan laut Indonesia dikelola sepenuhnya oleh rakyat sendiri.
Pemerintah menargetkan peresmian 1.386 Desa Nelayan Merah Putih pada Desember 2026 yang akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti cold storage dan stasiun bahan bakar khusus nelayan untuk mendukung rantai pasok ekonomi terpadu.
Implementasi Program Melalui Pembangunan 1.582 Kapal Ikan
Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo mengumumkan pembangunan 1.582 unit kapal ikan mulai tahun ini yang akan didistribusikan melalui sistem koperasi nelayan.
Baca Juga: Kronologi Oknum TNI Rusak Warung Madura di Kemayoran: Tak Terima Admin QRIS Rp1.000
Armada yang dibangun mencakup berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil, menengah, hingga kapal besar, dengan tujuan utama menghentikan dominasi kapal asing di perairan nasional.
"Kita ingin rakyat kita sendiri yang mengambil kekayaan laut kita, bukan bangsa lain," tegas Presiden dalam pidatonya yang disambut antusias oleh para nelayan.
Baca Juga: Imbas Kiai Lecehkan Belasan Santriwati, Ponpes di Mesuji Lampung Dibakar Massa
Program ini juga diintegrasikan dengan penguatan konektivitas infrastruktur di wilayah terluar melalui kerja sama subregional ASEAN.
Dalam pidatonya yang membakar semangat, Presiden Prabowo sempat melontarkan kritik terhadap kalangan elit di Jakarta yang dianggap kurang peduli terhadap nasib masyarakat kecil di daerah.
Beliau menyatakan tekadnya untuk mengubah paradigma tersebut dengan menempatkan petani dan nelayan sebagai prioritas utama kebijakan ekonomi nasional.
Editor : Aditya Novrian