KALBAR, RADAR MALANG - Kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak viral di media sosial setelah dewan juri memberikan penilaian yang dianggap tidak objektif terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Dalam video yang beredar luas, peserta bernama Josepha Alexandra (Ocha) memberikan jawaban yang secara konstitusional benar, namun justru dihukum dengan nilai minus 5 oleh juri.
Baca Juga: Kronologi Oknum TNI Rusak Warung Madura di Kemayoran: Tak Terima Admin QRIS Rp1.000
Insiden ini memicu reaksi keras dari DPR RI yang mendesak pihak penyelenggara dan juri untuk segera meminta maaf secara terbuka serta melakukan evaluasi total terhadap standar penilaian lomba.
Kronologi Kontroversi yang Terjadi Lomba Cerdas Cermat
Kontroversi bermula saat juri melempar pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Temukan Belatung dan Tumpukan Sampak, KSP Dudung Ancam Tutup Paksa Dapur MBG Seusai Sidak
Ocha dari regu C menjawab dengan lengkap: "Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden.
Namun, juri Dayasta Sita menyatakan jawaban tersebut salah dengan alasan peserta tidak menyebutkan unsur "DPD".
Ironisnya, saat pertanyaan yang sama dilempar ke regu lain dan dijawab dengan kalimat yang identik, juri justru memberikan nilai sempurna (10 poin).
Baca Juga: Kurban Experience 2026: Strategi Baznas Ratakan Gizi Nasional di Idul Adha 2026
Protes yang diajukan Ocha di lokasi justru dipatahkan oleh juri lain, Indri Wahyuni yang menyalahkan artikulasi bicara peserta.
DPR Desak Juri Kompetisi Cerdas Cermat MPR Diblacklist
Ketua Komisi II DPR RI, Rifki Nizami Karsayuda, mengecam keras tindakan dewan juri yang dinilai arogan dan mencederai intelektualitas siswa.
Baca Juga: Imbas Kiai Lecehkan Belasan Santriwati, Ponpes di Mesuji Lampung Dibakar Massa
Rifki mendesak Sekretariat Jenderal MPR RI untuk segera mengklarifikasi kronologi kejadian dan meminta maaf kepada publik.
"Saya meminta juri yang bersangkutan meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Institusi MPR harus mem-blacklist juri tersebut agar tidak menjadi preseden buruk bagi sosialisasi empat pilar kebangsaan di masa depan," tegas Rifki.
Ia juga mengusulkan agar Ocha diberikan penghargaan khusus sebagai Duta Empat Pilar atas keberaniannya mempertahankan kebenaran.
Respon Santai Ocha dan Dukungan Publik
Meski dirugikan, Josepha Alexandra atau Ocha menanggapi insiden tersebut dengan sikap tenang.
Melalui media sosialnya, ia menyatakan bahwa rekaman video yang viral sudah cukup membuktikan siapa yang sebenarnya keliru.
Baca Juga: Sultan Buton Surati Presiden Prabowo, Minta Pusat Industri Aspal Dipindah ke Buton
Ocha sendiri bukan orang baru di ajang ini, ia merupakan Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2025. Keberanian Ocha dalam berdebat dengan juri mendapat pujian luas, termasuk dari konten kreator edukasi Jerome Polin.
Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dalam babak final tersebut.
Editor : Aditya Novrian