JAKARTA, RADAR MALANG – Saat ini, nilai tukar rupiah menurun hingga berada di level Rp17.529 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Selasa (12/5).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons perkara tersebut dengan menegaskan bahwa Kemenkeu akan mengaktifkan dana stabilitas obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) guna membantu meningkatkan stabilisasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) serta menahan laju penurunan nilai tukar rupiah.
Langkah tersebut ditujukan agar investor asing tetap bertahan dan masuk ke Indonesia sehingga dapat membantu penguatan rupiah.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Guru Non-ASN Tak Di-PHK, Melalui Skema Redistribusi
"Kita akan mulai membantu besok mungkin melalui bond market, itu dengan Bond Stabilization Fund (BSF)," jelasnya.
Purbaya turut memberikan kepercayaan kepada Bank Indonesia (BI) untuk membantu perkara tersebut.
"Kita serahkan ke ahlinya, Bank Sentral. Saya pikir mereka bisa mengendalikan (rupiah) dengan baik," jelas Purbaya, Selasa (12/5).
Selain itu, Intervensi pasar menggunakan sisa anggran lebih (SAL) juga termasuk ke dalam upaya pemulihan dan penguatan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Stop Boros! 11 Tips Mengatur Keuangan Pribadi Paling Efektif
Meski nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap dolar AS, Purbaya memastikan ABPN masih dalam kondisi aman.
Selain Menkeu Purbaya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan bahwa melemahnya rupiah terhadap dolar AS memicu kenaikan biaya produksi manufaktur yang 70 persen menggunakan bahan baku impor.
Sektor industri petrokimia, farmasi, serta makanan dan minuman dilaporkan sebagai sektor yang paling terdampak.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa melemahnya rupiah dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Seiring memanasnya konflik Timur Tengah menyebabkan harga minyak naik dan situasi global tidak menentu, sehingga nilai tukar rupiah turut terkena dampak, yaitu ikut melemah.
"Tekanan rupiah dalam hari ini meningkat karena konflik di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, Selasa (12/5/2026).
Editor : Aditya Novrian