JAKARTA, RADAR MALANG – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) resmi meminta maaf atas polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
MPR tegaskan bahwa lomba cerdas cermat seharusnya menjunjung tinggi sportifitas, keadilan, dan objektifitas penilaian juri.
"MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dewan juri yang memicu polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat," demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).
Baca Juga: Rupiah Melemah Hingga Rp17.529 Per Dolar AS, Menkeu Siap Mengambil Langkah Tegas
Tak hanya MPR, salah satu MC, Sindy Lutfiana, turut menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @shindy_mcwedding. Ia menyampaikan bahwa, dirinya menyadari akan perkataannya yang menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan khususnya kepada peserta lomba dan guru pendamping.
“Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya,” tulisnya.
Atas kejadian tak menyenangkan tersebut, MPR mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) dan juri dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Guru Non-ASN Tak Di-PHK, Melalui Skema Redistribusi
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini," tulisnya.
Selain itu, guna meningkatkan kualitas lomba yang lebih transparan dan akuntabel, MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap teknis perlombaan, mulai dari sistem penilaian hingga prosedur verifikasi jawaban peserta.
Sebelumnya, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat diikuti oleh SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau. Acara dilaksanakan pada Sabtu (9/5).
Baca Juga: Stop Boros! 11 Tips Mengatur Keuangan Pribadi Paling Efektif
Polemik dipicu oleh pengurangan poin grup C menjadi minus lima saat menjawab pertanyaan dewan juri. Namun, saat grup B menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama, juri justru memberi poin plus 10.
Sikap juri dan MC yang tidak profesional dan kurang objektif saat menilai dan menangani protes peserta di lapangan, turut menjadi pemicu kegaduhan serta protes keras dari peserta dan guru pendamping.
Editor : Aditya Novrian