BEKASI, RADAR MALANG - Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan mobil satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terjadi di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Mobil boks berwarna putih yang diduga merupakan armada program makan bergizi gratis tersebut menghantam dua lapak pedagang kaki lima hingga hancur parah.
Baca Juga: Pertimbangkan Opsi Bentuk SPPG, UB Lakukan Diskusi dengan Pakar dan BGN
Insiden ini mengakibatkan seorang pedagang tahu krispi meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.
Kronologi Kecelakaan Maut Terjadi
Kecelakaan bermula saat mobil SPPG melaju kencang dari arah Jalan Nusantara menuju Tambun (selatan ke utara).
Baca Juga: Temukan Belatung dan Tumpukan Sampah, KSP Dudung Ancam Tutup Paksa Dapur MBG Seusai Sidak
Saksi mata menyebutkan bahwa kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga pengemudinya kehilangan konsentrasi.
Saat tiba di lokasi, pengemudi dikejutkan oleh sepeda motor yang melintas, sehingga ia membanting setir ke kiri dan menghantam gerobak pedagang yang berada di pinggir jalan.
Benturan yang sangat keras bahkan menyebabkan tembok di sekitar lokasi jebol.
Baca Juga: 84 Aduan MBG Masuk ke Pemkab Malang, Kualitas Menu hingga Siswa Tak Kebagian Jadi Sorotan
Data Korban Kecelakaan
Tragedi ini memakan total empat korban, dengan rincian sebagai berikut:
- Satu orang meninggal dunia: Pedagang tahu krispi berusia 41 tahun yang saat kejadian sedang menggoreng dagangannya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun dinyatakan meninggal akibat luka berat di bagian kepala.
- Dua orang luka serius: Korban saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur.
- Dua orang lainnya: Mengalami luka-luka akibat benturan dan hancurnya material lapak.
Sosok Korban dan Dampaknya Terhadap Keluarga Korban
Korban meninggal dunia dikenal warga sebagai sosok yang sopan dan merupakan tulang punggung utama keluarga.
Baca Juga: Tegur Keras DJP, Menkeu Purbaya: Nanti Pengumuman Kebijakan Pajak Keluar dari Mulut Saya!
Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia 4 tahun.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan sopir mobil SPPG untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan kelalaian saat berkendara.
Editor : Aditya Novrian