Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

⁠Film Dokumenter Pesta Babi Jadi Sorotan, Ini Sinopsis dan Kontroversinya

Anna Tasya • Kamis, 14 Mei 2026 | 16:00 WIB
Film Pesta Babi. Youtube/Indonesia Baru
Film Pesta Babi. Youtube/Indonesia Baru

RADAR MALANG – Sebuah film dokumenter berjudul Pesta Babi menjadi perhatian publik setelah kegiatan pemutaran bersama di beberapa wilayah dilaporkan dihentikan secara paksa oleh aparat TNI maupun pihak kampus. Peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi yang banyak dibicarakan, yaitu Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat serta wilayah Ternate Tengah di Maluku Utara.

Film tersebut disutradarai oleh Dandhy Laksono, yang selama ini dikenal melalui karya-karya dokumenter dengan fokus pada isu sosial, lingkungan, dan politik di Indonesia. Ia sebelumnya juga sempat menjadi perbincangan luas berkat film dokumenter Dirty Vote, yang dirilis beberapa tahun lalu dan menarik perhatian publik.

Baca Juga: Kedapatan Main Game saat Rapat, Gerindra Bakal Sidang Achmad Syahri di Mahkamah Partai Jumat ini

Apa Itu Film Pesta Babi?

Film dokumenter Pesta Babi merupakan karya investigatif yang digarap oleh Dandhy Laksono bersama Cypri Paju Dale. Karya ini menyoroti kehidupan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan yang tengah menghadapi tekanan akibat pengembangan berbagai proyek strategis nasional.

Dokumenter tersebut berfokus pada aktivitas pembukaan lahan berskala besar untuk program pangan serta pengembangan industri bioenergi. Melalui pendekatan jurnalistik investigatif, film ini menggambarkan bagaimana transformasi wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada perubahan bentang alam, tetapi juga pada struktur kehidupan sosial masyarakat setempat.

Lebih jauh, film ini memperlihatkan bahwa isu yang muncul bukan sekadar hilangnya kawasan hutan, melainkan juga ancaman terhadap keberlanjutan identitas budaya, cara hidup tradisional, serta relasi masyarakat adat dengan ruang hidup mereka yang selama ini menjadi bagian penting dari keberadaan mereka.

Baca Juga: Gugatan UU IKN Kandas di MK, Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota RI

Sinopsis film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi merupakan karya investigatif yang berlatar di wilayah Papua Selatan dan menyoroti dinamika perubahan ruang hidup masyarakat adat. Karya ini merekam pengalaman sejumlah kelompok seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang menghadapi tekanan akibat perluasan berbagai proyek perkebunan, termasuk tebu, kelapa sawit, hingga program food estate.

Dalam narasinya, film ini memperlihatkan proses pembukaan hutan adat untuk mendukung agenda bioetanol dan ketahanan pangan berskala besar. Perubahan tersebut digambarkan berdampak langsung pada keterikatan masyarakat terhadap tanah leluhur, yang kemudian memunculkan rasa tersingkir dari wilayah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka. Salah satu bentuk ekspresi penolakan yang ditampilkan adalah pemasangan simbol “salib merah” sebagai tanda keberatan terhadap aktivitas perusahaan dan penguasaan lahan.

Dengan durasi sekitar 95 menit, dokumenter ini juga mengangkat isu lain yang turut menyertai perkembangan proyek investasi di kawasan tersebut, termasuk dugaan meningkatnya pendekatan keamanan dan keterlibatan aparat dalam pengamanan wilayah proyek.

Apa yang menyebabkan film dokumenter Pesta Babi menimbulkan perdebatan di ruang publik?

Sejak pemutaran perdananya, Pesta Babi sudah memunculkan pro dan kontra di ruang publik. Hal ini dipicu oleh beberapa hal yang dianggap sensitif oleh sebagian pihak.

Salah satunya adalah kritik terhadap Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan, di mana film ini menyoroti dampak pembangunan terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Karena itu, ada pihak yang menilai dokumenter ini terlalu tajam dalam mengulas kebijakan pemerintah.

Selain itu, film ini juga memuat pembahasan tentang kolonialisme modern serta eksploitasi sumber daya alam Papua. Tema tersebut dianggap sensitif karena berkaitan dengan isu politik dan sejarah panjang wilayah tersebut.

Kontroversi juga muncul dari bagian yang menyinggung keterlibatan aparat keamanan dalam pengamanan proyek. Hal ini membuat sebagian orang menilai film tersebut bernuansa politis.

Di sisi lain, ada juga yang menilai Pesta Babi sebagai karya yang menyuarakan isu hak asasi manusia dan perjuangan masyarakat adat. Perbedaan pandangan inilah yang membuat film tersebut banyak diperbincangkan di media sosial.

Editor : Aditya Novrian
#pesta babi #preview film #film dokumenter