PADANG, RADAR MALANG – Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provisni Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Sabtu (16/5) pagi.
Erupsi tersebut letuskan semburan abu vulkanik setinggi 500 meter. Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi menyampaikan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 10.19 WIB.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 16 Mei 2026 pukul 10.19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak," kata Ahmad.
Baca Juga: Presiden Prabowo Turut Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih Hari Ini
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi 32 detik.
Saat ini Gunung Marapi berstatus Level II (Waspada). Warga dan wisatawan diimbau untuk selalu waspada dan dilarang melakukan kegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas karena dapat memunculkan bahaya.
Himbauan juga datang dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dimana warga yang bertempat tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung agar perlu mewaspadai ancaman lahar dingin, terutama saat terjadi hujan.
"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar atau banjir lahar," pungkasnya.
Sebagai informasi, Gunung Marapi merupakan gunung api aktif di Sumatera Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas vulkaniknya masih fluktuatif.
Sebelumnya, Gunung Marapi telah mengalami erupsi pada Desember 2025 dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi 35 detik. Erupsi tersebut menyebabkan semburan abu vulkanik setinggi 500—1.600 meter di atas puncak.
Oleh karena itu, Ahmad menyampaikan bahwa erupsi susulan dapat terjadi sewaktu-waktu mengingat gunung yang masih dalam status aktif.
Editor : Aditya Novrian