JAKARTA, RADAR MALANG - Presiden RI Prabowo Subianto merespons adanya pemberitaan nilai tukar rupiah yang semakin melemah saat kunjungannya ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan 1.061 Koperasi atau Kelurahan Desa Merah Putih (KDMP) pada Sabtu (16/5).
Prabowo menilai bahwa masyarakat kecil khususnya masyarakat yang tinggal di desa tidak menggunakan dolar sehingga tak terdampak langsung dengan gejolak kurs dolar.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu (16/5).
Baca Juga: Presiden Prabowo Turut Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih Hari Ini
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sempat melempar gurauan, ia menyampaikan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah tak perlu dikhawatirkan masyarakat selama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih tersenyum.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kalian khawatirkan itu,” katanya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi perekonomian yang kuat bahkan posisinya terbilang lebih aman daripada negara lain. Indonesia memiliki cadangan makanan dan energi yang berlimpah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh menteri yang terlibat dalam pembangunan, perizinan, hingga peresmian KDMP yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Prabowo meminta rakyat untuk tidak mengkhawatirkan kekuatan ekonomi Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa fokus utama dari setiap pemimpin adalah bekerja dan mengabdi untuk rakyat.
“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat, orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” katanya.
Sementara itu, Menkeu Purbaya mengimbau kepada warga agar tidak terlalu khawatir dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini masih jauh lebih baik daripada krisis moneter 1998.
“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulkan. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (16/5).
Editor : Aditya Novrian