JAKARTA, RADAR MALANG — Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) ditangkap dan ditahan oleh militer Israel setelah armada misi kemanusiaan internasional, Global Sumud Flotilla, dicegat di sekitar perairan Siprus.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memastikan bahwa insiden ini merupakan kasus pencegatan kapal bantuan yang mencoba menembus blokade Gaza, bukan aksi penculikan ataupun penyanderaan politik.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengupayakan proses repatriasi secara intensif, dan pihak Israel dikabarkan telah membuka jalur deportasi tanpa syarat bagi seluruh WNI yang tertahan.
Hingga Kamis (21/5), kesembilan WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat setelah melewati pemeriksaan tahap pertama di Pelabuhan Ashdod, Israel Selatan.
Identitas Tawanan dan Proses Pemeriksaan di Pelabuhan Ashdod
Berdasarkan data manifes resmi keberangkatan, konvoi Global Sumud Flotilla melibatkan lebih dari 50 kapal bantuan yang mengangkut ratusan aktivis global dari berbagai negara.
Baca Juga: Dikeluhkan Keluarga Korban, Sidang Pembunuhan Mahasiswi UMM Dijaga Dua Polisi
Militer Israel mengintersepsi 41 kapal dan membawa sedikitnya 430 aktivis ke Pelabuhan Ashdod, termasuk delegasi dari Indonesia.
Kelompok WNI yang ditahan terdiri dari lima orang relawan lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan empat orang jurnalis nasional, di mana dua di antaranya merupakan jurnalis dari media Republika.
Otoritas keamanan Israel telah merampungkan pemeriksaan dokumen dan pemastian latar belakang terhadap para WNI.
Hasil pemeriksaan awal mengonfirmasi bahwa kesembilan WNI tersebut murni bergerak dalam misi kemanusiaan, dinyatakan aman serta terbukti tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi kriminal maupun jaringan terorisme bersenjata.
Strategi Pemerintah Indonesia untuk Memulangkan Para WNI
Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menerapkan strategi negosiasi berlapis dengan menggandeng negara ketiga.
Baca Juga: Rugikan Investor Asing, Purbaya Soroti Konflik Kepentingan ITDC yang Matikan Iklim Investasi Asing
Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pemerintah mengoptimalkan komunikasi intensif melalui otoritas Turki dan Yordania yang memiliki akses diplomatik langsung ke Israel guna mempermudah koridor evakuasi.
Selain itu, Kemenlu telah menginstruksikan lima perwakilan diplomatik RI di kawasan yakni KBRI Amman, KBRI Kairo, KBRI Ankara, KJRI Istanbul, serta KBRI Roma yang membawahi akreditasi wilayah perairan Siprus untuk bersiaga penuh.
Baca Juga: Rupiah Amblas ke Rp 17.688! Komisi XI DPR Cecar dan Pertanyakan Klaim Stabil Gubernur BI
Seluruh perwakilan tersebut kini tengah menyusun skema repatriasi, mempersiapkan Dokumen Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) darurat, dan memetakan jalur pemulangan.
Editor : Aditya Novrian