JAKARTA, RADAR MALANG – Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY selaku Menteri Koordinator Kewilayahan menegaskan bahwa tol bukan satu-satunya tumpuan konektivitas di Indonesia.
Menurutnya, konektivitas Indonesia harus dibarengi dengan sektor transportasi laut dan udara yang lebih masif mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan.
Ia menegaskan, Pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara-negara continental yang bertumpu pada jaringan darat. Sedangkan, Indonesia mendesak adanya strategi konektivitas yang lebih inklusif dan menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara di Jakarta, Sabtu (23/5).
“Pembangunan tidak boleh Jawa sentris. Kita bukan negara kontinental, sehingga pembangunan konektivitas tidak bisa menggunakan resep negara-negara kontinental,” ujar AHY.
Ia menjelaskan, negara Amerika Serikat, Cina, India, dan Rusia memiliki wilayah daratan yang luas dan saling terhubung. Berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara maritim dengan lebih dari 17.000 pulau.
Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan keseimbangan konektivitas antara transportasi darat, laut, dan udara.
Baca Juga: Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Jatah Makan Siswa Kini Hanya 5 Hari Seminggu
Menurutnya, sistem transportasi yang tak terintegrasi akan membuat distribusi barang dan jasa semakin mahal. Selain itu pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah terancam terhambat.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa konektivitas menjadi kunci pemerataan Pembangunan dan menekan biaya logistik nasional.
Di sisi lain, pemerintah turut membidik pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 di Pulau Kalimantan guna menguatkan konektivitas sekaligus memudahkan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Pola Makan Sehat yang Mudah Diterapkan Setiap Hari
pemerintah akan membentuk komite khusus yang melibatkan Kementerian dan Lembaga untuk menyempurnakan jaringankereta api nasional.
AHY menegaskan bahwa proyek ini tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memprioritaskan pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat.
Editor : Aditya Novrian