Prabowo: Anggaran Negara Harus Digunakan untuk Proyek Produktif, Bukan Kantor atau Gedung Tinggi

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Dipublikasikan Minggu, 24 Mei 2026 | 20:00 WIB
Prabowo dalam acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5). Ia menyampaikan pembangunan proyek produktif lebih penting. (Sumber: Istimewa).
Prabowo dalam acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5). Ia menyampaikan pembangunan proyek produktif lebih penting. (Sumber: Istimewa).

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan yang terfokus pada produktivitas yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, dan menambah penghasilan masyarakat dari pada membangun kantor atau gedung tinggi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5).

Ia menegaskan bahwa anggaran negara seharusnya digunakan untuk kegiatan yang mampu menghasilkan produk, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Genjot Ketahanan Pangan dan Devisa Negara, Prabowo Bakal Siapkan Sentra Budidaya Kelautan dan Peikanan Ribuan Hektare

Menurutnya, proyek yang layak mendapat dukungan adalah proyek yang mampu memberi manfaat nyata terhadap perekonomian bangsa.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa proyek produktif mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak dan menghasilkan manfaat terhadap ekonomi secara nyata.

Ia menginstruksikan jajaran kabinet untuk mendukung dan segera menjalankan proyek produktif tersebut.

"Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah. Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita," kata Prabowo, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga: Menko AHY Tegaskan Jalan Tol Bukan Satu-satunya Tumpuan Konektivitas Indonesia

Prabowo menilai, saat ini masyarakat lebih membutuhkan lapangan pekerjaan, sehingga meminta agar proyek pembangunan gedung kantor baru milik pemerintah ditunda.

Ia menjelaskan bahwa fasilitas kerja yang mewah tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas yang nyata.

"Kantor megah produknya nggak ada, lebih baik kantornya tidak begitu bagus tapi produknya bagus hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak, rakyat kita butuh pekerjaan," jelasnya.

Baca Juga: Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Jatah Makan Siswa Kini Hanya 5 Hari Seminggu

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan informasi bahwa proyek tambak udang di Kebumen menghasilkan 40 ton udang per hektare dengan harga jual Rp 70.000 per kilogram.

Mendapati hal itu, Prabowo menyampaikan bahwa hasil panen kali ini telah berhasil mencapai tingkat tertinggi di dunia setelah tiga tahun penantian. Ia menilai, sektor budidaya ini memiliki prospek menjanjikan.

Mengingat prospek budidaya udang yang menjanjikan di BUBK Kebumen, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan sentra budidaya kelautan dan perikanan guna menguatkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dan ekspor negara.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
proyek produktif Prabowo