JAKARTA, RADAR MALANG - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumpulkan sejumlah tokoh dan pakar ekonomi senior dari era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Langkah strategis tersebut diambil guna merumuskan formula kebijakan terbaik dalam menghadapi potensi gejolak finansial global saat ini.
Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Libatkan Masyarakat Awasi dan Perkuat Kualitas Makanan
Pertemuan penting lintas generasi yang membahas penguatan stabilitas nasional ini berlangsung dengan sangat intensif pada hari Jumat, (22/05).
Pemimpin negara menilai bahwa rekam jejak histori masa lalu sangat krusial sebagai referensi utama kebijakan modern.
Pemerintah secara khusus membedah kembali taktik konkret yang digunakan saat Indonesia berhasil keluar dari krisis hebat pada tahun 2008 lalu.
Baca Juga: Update! 9 WNI Anggota Global Sumud Flotilla 2.0 Telah Tiba di Indonesia
Para mantan menteri memaparkan sejumlah indikator makro terdahulu, termasuk cara menjinakkan lonjakan inflasi yang sempat menembus angka 17 persen.
"Menteri Keuangan mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau gubernur Bank Indonesia," ujar Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Keluar Hotel Tanpa Bawa Identitas, Jemaah Haji Asal Indonesia Dikabarkan Hilang
Tokoh yang hadir antara lain Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, Drajad Wibowo, hingga Lukita Dinarsyah Tuwo.
Meskipun kondisi fundamental makro saat ini dinilai jauh lebih kuat, presiden tetap memerintahkan jajaran menteri ekonomi untuk melakukan monitoring ketat.
Fokus utama diarahkan pada penguatan regulasi pasar keuangan, penguatan permodalan perbankan, serta optimalisasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Presiden menginstruksikan tim ekonomi untuk merancang harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter secara lebih mendetail demi melindungi masyarakat.
Kerja sama solid antarlembaga diharapkan mampu memperkuat daya tahan pasar domestik dari tekanan geopolitik dunia luar.
Editor : Aditya Novrian