JAKARTA, RADAR MALANG – Penyebab padam atau blackout massal di sebagian wilayah Sumatera beberapa hari yang lalu, ternyata disebabkan oleh putusnya kabel sutet.
Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Wabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (25/5). Ia mengatakan tidak ada sabotase listrik yang memicu blackout, melainkan terputusnya kabel sutet.
Sebelumnya, tim gabungan dari Direktorat Tidak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri, Polda Jambi, bersama PT PLN (Persero) menyelidiki penyebab lumpuhnya pasokan listrik tersebut hingga akhirnya, tim menemukan titik kerusakan.
Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Libatkan Masyarakat Awasi dan Perkuat Kualitas Makanan
Nunung mengatakan kabel tersebut ditemukan tim gabungan di sekitar Tower 175 dan Tower 176 Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi konduktor atau kabel penghantar listrik terputus, namun Tower masih berdiri.
Petugas meyakini bahwa insiden padamnya listrik tersebut disebabkan oleh faktor alam dan cuaca ekstrem.
"Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," ujar Nunung.
Baca Juga: Update! 9 WNI Anggota Global Sumud Flotilla 2.0 Telah Tiba di Indonesia
Nunung membantah adanya dugaan sabotase. Ia menjelaskan bahwa apabila telah dilakukan sabotase, maka kabel akan terputus dalam kondisi rapi. Namun, berdasarkan penemuan lapangan, kabel terputus secara tidak rapi.
"Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya, seperti yang ada di depan kita rekan rekan. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," jelas Nunung.
Selain itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia menilai bahwa kerusakan kabel penghantar Listrik tersebut langsung memutus aliran transmisi daya, hingga menyebabkan pemadaman listrik total.
Baca Juga: Prabowo: Anggaran Negara Harus Digunakan untuk Proyek Produktif, Bukan Kantor atau Gedung Tinggi
“Putusnya kabel utama ini secara otomatis menghentikan transmisi daya dan membuat jutaan pelanggan di Sumatera seketika mengalami gelap gulita,” katanya, Senin (25/5).
Merespons keresahan warga, tim teknisi PT PLN bergerak cepat melakukan proses penyambungan dan perbaikan kabel yang rusak.
Saat ini, kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sumatera dipastikan sudah dalam kondisi pulih dan potongan kabel yang ditemukan telah diamankan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Editor : Aditya Novrian