Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kemensos Rekrut 8.000 Guru dan Tendik, Pastikan Sekolah Rakyat Bebas Gagap Teknologi

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Rabu, 27 Mei 2026 | 00:00 WIB
Kemensos buka lowongan 8.000 guru untuk Sekolah Rakyat. (Sumber: Istimewa).
Kemensos buka lowongan 8.000 guru untuk Sekolah Rakyat. (Sumber: Istimewa).

JAKARTA, RADAR MALANG – Kabar gembira bagi para pencari kerja dan guru di Indonesia datang dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos resmi membeberkan rencana penerimaan besar-besaran kurang lebih 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan untuk mendorong ekosistem Sekolah Rakyat yang kini menjadi permanen.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat di kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa (26/5). Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau biasa dikenal sebagai Gus Ipul dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Langkah besar tersebut dinilai sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan digital sekolah di berbagai daerah.

Baca Juga: Ribka Haluk Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Tata Kelola Baik untuk Bangun Papua

Diketahui, Sekolah Rakyat menargetkan 32.000 siswa baru, sehingga penerimaan ribuan guru diharapkan mampu memutus ketimpangan kualitas pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

"Tahun ini kita insya Allah akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga kependidikan. Sementara siswanya kita akan merekrut lebih dari 32.000 untuk tahun ini," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan penerimaan ribuan guru ini berjalan beriringan dengan penyelesaian 93 gedung Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan rampung pada bulan Juli 2026.

Baca Juga: Apa Itu SKCK Dan Cara Mengurusnya Dengan Mudah

"Target penyelesaian pembangunan pada 93 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat, semuanya telah diusahakan, didukung, di-support oleh Pak Menteri PU untuk dilakukan percepatan, agar bulan Juli bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran tahun 2026/2027," tambah Gus Ipul.

Tak hanya fokus pada Pembangunan fisik, Sekolah Rakyat telah dirancang khusus untuk melek teknologi sejak awal, sehingga dapat dipastikan Sekolah ini tidak akan mengalami gagap teknologi.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) untuk menginegrasikan jaringan internet cepat sekaligus menyiapkan secara matang pembelajaran digital sejak hari pertama operasional sekolah.

Baca Juga: RUU Polri Direvisi, Menkum RI: Perpanjang Batas Usia Pensiun Demi Keadilan

"Infrastruktur pembelajaran digital, instalasi sambungan internet, maupun hal-hal lain yang terkait dengan pembelajaran digital itu,” kata Gus Ipul, merinci kerja samanya dengan Komdigi.

Editor : Aditya Novrian
#8000 guru #Kemensos #Sekolah Rakyat