MALANG, RADAR MALANG – Beberapa hari terakhir, jaket dan selimut tebal menjadi barang wajib bagi warga Malang Raya. Bagaimana tidak, penurunan suhu udara ekstrem di malam hari hingga menjelang pagi sukses menghilangkan rasa gerah meski saat ini berada di puncak musim kemarau.
Penurunan suhu ini membawa angin kering yang sangat dingin menyelimuti wilayah perkotaan hingga dataran tinggi. Tak sedikit warga bertanya-tanya, mengapa di tengah musim kemarau ini, Malang Raya justru dilanda fenomena penurunan suhu drastis atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan istilah bediding.
Simak 7 faktor penyebab cuaca Malang Raya menjadi super dingin menggigit di musim kemarau berikut ini:
Baca Juga: 4 Dampak Fenomena Bediding Yang Perlu Diwaspadai Warga Malang
- Angin Monsun Australia: Saat ini, Australia sedang mengalami musim dingin. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan udara di Benua Australia menjadi lebih tinggi dibanding wilayah Indonesia. Perbedaan tekanan udara ini memicu terbentuknya angin muson dingin Australia yang bergerak dari Australia menuju Indonesia. Angin tersebut membawa massa udara dingin dan kering, sehingga mempengaruhi suhu udara di Indonesia, khususnya di wilayah selatan.
- Minimnya Tutupan Awan: Berkurangnya awan di atmosfer menyebabkan panas matahari yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari tanpa ada penahan yang cukup.
- Gerak Semu Tahunan Matahari: Fenomena ini turut disebabkan menjauhnya posisi matahari dari garis khatulistiwa. Posisi matahari berada di belahan bumi utara, sehingga belahan bumi bagian Selatan tidak menerima banyak energi panas.
- Faktor Geologis atau Topografi: Letak wilayah Malang Raya yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan.
- Kelembapan Udara yang Rendah: Embusan udara kering yang dibawa angin monsun Australia tidak mampu menyimpan panas dengan baik seperti udara lembap, sehingga udara dingin kerap terasa.
- Kondisi Langit yang Cerah: Akibat musim kemarau yang meminimalkan pembentukan awan, langit tempak lebih cerah dan bersih. Hal tersebut menyebabkan percepatan proses pendinginan permukaan bumi secara maksimal di malam hari.
- Pelepasan Panas Radiasi Bumi (Radiational Cooling): Proses pelepasan energi panas dari bumi ke ruang angkasa yang berlangsung tanpa hambatan selama malam hari yang panjang di musim kemarau.
Baca Juga: Bediding di Malang Raya, BMKG Ungkap Penyebab Udara Terasa Menggigit
Editor : Aditya Novrian