JAKARTA, RADAR MALANG – Seorang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, meninggal saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Dengan demikian, hingga hari ini, sudah ada empat calon manajer kopdes yang meninggal saat mengikuti latihan militer tersebut.
“Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, salah satu peserta Program SPPI KDKMP Tahun 2026 yang tengah menempuh pendidikan di Satdik Yon Parako 465,” ucap Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangannya, Jumat (26/6).
Baca Juga: 287 WNA dan 4 WNI Ditetapkan Bareskrim sebagai Tersangka Kasus Judi Online Hayam Wuruk
Sehari sebelum dinyatakan meninggal, Rifki sempat mengeluhkan sesak napas saat tengah mengikuti kegiatan. Tim kesehatan satuan TNI segera memberikan pertolongan pertama di lokasi dan meminta Rifki beristirahat.
Tak lama, kondisinya berhasil membaik sehingga ia kembali mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan. Namun, pada sore harinya, kondisi Rifky menurun lagi. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Almarhum mendapat perawatan intensif selama di rumah sakit, termasuk di ruang ICU. Meski demikian, Rifki dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni pukul 00.28 WIB.
Baca Juga: KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo terkait Kasus Suap Bea Cukai ke JPU
Korban-Korban Sebelumnya
Sebelumnya, Kemhan telah mengonfirmasi meninggalnya tiga calon manajer Kopdes Merah Putih saat mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan. Ketika korban tersebut adalah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Novia Rahmadhani Sihotang.
Anisa meninggal pada Kamis (18/6) karena mengalami heat stroke saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Resimen Induk Kodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Korban kedua, Yonanda dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah sebelumnya mengalami penurunan kesehatan. Ia meninggal pada Rabu (17/6) ketika mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Terbaru, Novia meninggal pada Selasa (23/6) karena riwayat tuberkulosis atau TBC yang dideritanya. Ia merupakan peserta yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Atas musibah berulang tersebut, Kemhan dan Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Evaluasi meliputi melalui penguatan standar seleksi kesehatan, peningkatan deteksi dini kondisi medis peserta selama kegiatan, peningkatan pengawasan tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran peserta yang memiliki keluhan serupa, dan penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan darurat di seluruh satuan pendidikan.
Editor : Aditya Novrian