Kapolsek Jagakarsa Komisaris Polisi Nurma Dewi mengatakan polisi telah mengidentifikasi pengirim pesan ancaman tersebut. Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami identitas, asal pesan, serta motif pelaku sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat seorang guru kelas I dan staf tata usaha menerima dua pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Ketika pesan masuk, seluruh siswa dan tenaga pendidik sedang mengikuti upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.
Pesan itu baru diketahui setelah upacara selesai. Dalam isi pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam hitungan menit.
Baca Juga: Diduga Salip Bus dari Kiri, Pemotor Asal Sumberpucung Tewas di Singosari
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian, camat, dan lurah setempat. Sebagai langkah antisipasi, kegiatan MPLS langsung dihentikan, sementara seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dievakuasi ke luar area sekolah sebelum akhirnya dipulangkan. Situasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua murid.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Gegana Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror diterjunkan ke lokasi. Penyisiran juga melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap, dua unit kendaraan Gegana, petugas Dinas Perhubungan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan selama lebih dari dua jam di seluruh area sekolah. Dari hasil penyisiran, petugas memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Meski hasilnya nihil, aparat tetap melanjutkan sterilisasi untuk memastikan kondisi sekolah benar-benar aman.
Nurma Dewi menegaskan, penyelidikan kini berfokus pada penelusuran jejak digital dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi polisi. Aparat juga akan mengungkap motif di balik aksi teror yang menyasar sebuah sekolah dasar pada hari pertama kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta publik memberikan ruang kepada penyidik untuk menuntaskan proses penyelidikan hingga kasus tersebut terungkap secara menyeluruh.
Editor : Aditya NovrianSumber : dikelola dari beberapa sumber