Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Polisi Kantongi Identitas Pengirim Ancaman Bom di SDN Jagakarsa, Siswa Sempat Dievakuasi

Hanif Pratama • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:42 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI ancaman bom di lingkungan sekolah (freepik)
JAKARTA, RADAR MALANG – Kepolisian mengantongi identitas terduga pelaku teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). Ancaman yang dikirim melalui pesan WhatsApp itu sempat menghentikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), membuat seluruh siswa dan guru dievakuasi, serta memicu penyisiran oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror.

Kapolsek Jagakarsa Komisaris Polisi Nurma Dewi mengatakan polisi telah mengidentifikasi pengirim pesan ancaman tersebut. Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan masih mendalami identitas, asal pesan, serta motif pelaku sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat seorang guru kelas I dan staf tata usaha menerima dua pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Ketika pesan masuk, seluruh siswa dan tenaga pendidik sedang mengikuti upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang.

Pesan itu baru diketahui setelah upacara selesai. Dalam isi pesannya, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam hitungan menit.

Baca Juga: Diduga Salip Bus dari Kiri, Pemotor Asal Sumberpucung Tewas di Singosari

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian, camat, dan lurah setempat. Sebagai langkah antisipasi, kegiatan MPLS langsung dihentikan, sementara seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dievakuasi ke luar area sekolah sebelum akhirnya dipulangkan. Situasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua murid.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Gegana Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror diterjunkan ke lokasi. Penyisiran juga melibatkan personel Brimob bersenjata lengkap, dua unit kendaraan Gegana, petugas Dinas Perhubungan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan selama lebih dari dua jam di seluruh area sekolah. Dari hasil penyisiran, petugas memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Meski hasilnya nihil, aparat tetap melanjutkan sterilisasi untuk memastikan kondisi sekolah benar-benar aman.

Nurma Dewi menegaskan, penyelidikan kini berfokus pada penelusuran jejak digital dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi polisi. Aparat juga akan mengungkap motif di balik aksi teror yang menyasar sebuah sekolah dasar pada hari pertama kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Sedang Sakit, Suami Etik Suryani Ditunggu KPK untuk Dimintai Keterangan Kasus Pemerasan Bupati Sukoharjo

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta publik memberikan ruang kepada penyidik untuk menuntaskan proses penyelidikan hingga kasus tersebut terungkap secara menyeluruh.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
Ancaman Bom Teror bom jakarta selatan