Pernyataan tersebut disampaikan saat Prabowo mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Menurutnya, Indonesia hanya dapat maju apabila seluruh elemen bangsa mengedepankan semangat kebersamaan.
Prabowo mengatakan masyarakat perlu meninggalkan budaya saling mencaci, saling curiga, dan terus mencari kesalahan pihak lain. Ia mengingatkan bahwa perbedaan suku, latar belakang, maupun pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa.
Dalam bagian pidatonya, Prabowo kemudian menyampaikan bahwa setiap partai politik memiliki banyak kader yang patriotik. Namun, menurutnya, tidak sedikit pula orang yang tidak memiliki niat baik.
"Di semua partai ada orang baik, ada patriot. Tapi di semua partai juga ada bajingan," kata Prabowo yang disambut riuh hadirin.
Sesaat setelah mengucapkan kalimat tersebut, Prabowo menoleh ke arah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang berada di barisan depan. Sambil menunjuk ke arahnya, ia bertanya apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata "bajingan" dalam forum resmi.
Prabowo kemudian mengatakan bahwa istilah tersebut bukan dimaksudkan sebagai kata kasar, melainkan ungkapan yang lazim digunakan dalam budaya Betawi. Ia pun meminta maaf kepada para hadirin sebelum berkelakar bahwa suasana acara terasa seperti sedang memasuki masa kampanye, bukan peringatan Hari Koperasi Nasional.
Selain menyinggung partai politik, Prabowo juga mengaku tetap menghadiri acara meski sedang mengalami flu. Ia mengatakan tidak ingin mengecewakan para peserta dan berkelakar bahwa dirinya bisa "ditempeleng arwah ayah dan kakeknya" jika tidak hadir.
Baca Juga: Wali Kota Malang: Koperasi Merah Putih Boleh Gunakan Aset Pemkot
Dalam pidato yang sama, Prabowo turut menekankan pentingnya penguatan program Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyinggung penyaluran subsidi melalui koperasi serta menyampaikan kritik terhadap pihak asing yang dinilainya tidak menghargai Indonesia.
Cuplikan pidato tersebut dengan cepat beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik. Pernyataan Prabowo mengenai adanya "bajingan" di semua partai politik menjadi bagian yang paling banyak dikutip dan dibahas oleh warganet maupun sejumlah media nasional.
Editor : Aditya Novrian