Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, mengatakan kampus tersebut akan menerima sebanyak 477 siswa pada tahun ajaran baru. Dari jumlah tersebut, 237 siswa merupakan peserta didik yang naik ke kelas XI dan dijadwalkan mulai menempati kampus IKN pada 9 Juli 2026.
Para siswa tersebut merupakan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara IKN yang sebelumnya menjalani proses belajar di Kampus Magelang karena pembangunan kampus di IKN belum selesai. Dengan rampungnya tahap awal pembangunan, proses pendidikan kini dipusatkan di kampus baru.
Sebagai persiapan operasional, para pamong atau tenaga pendidik dan pengasuh mulai berdatangan ke IKN sejak akhir Juni 2026. Sebagian tiba melalui jalur udara, sementara rombongan lainnya datang melalui jalur laut dengan membawa perlengkapan sekolah.
Saat ini SMA Taruna Nusantara IKN memiliki 37 pamong pengajar dan pengasuh, serta 72 pamong administrasi. Jumlah tersebut akan terus bertambah menyesuaikan peningkatan jumlah siswa pada tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga: Pidato Prabowo di Hari Koperasi: "Di Semua Partai Ada Patriot, Ada Bajingan"
Kampus Seluas 60 Hektare dengan Konsep Hijau
SMA Taruna Nusantara IKN dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tepatnya di Sub Wilayah Perencanaan 1C. Kampus ini berdiri di atas lahan seluas 60,48 hektare, dengan luas bangunan utama sekitar 23,38 hektare.
Konsep pembangunan mengusung desain modern tropis yang memaksimalkan sirkulasi udara alami serta memanfaatkan energi terbarukan melalui panel surya. Konsep tersebut sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai kota yang green, smart, and sustainable.
Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, klinik, kantin, lapangan olahraga, student center, hingga asrama atau graha bagi siswa dan siswi.
Rudi menjelaskan pembangunan kampus dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah selesai sepenuhnya dan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dua angkatan siswa yang akan menempati kampus pada tahun ini.
"Karena saat ini sekolah baru akan menampung dua angkatan, fasilitas yang ada kami maksimalkan terlebih dahulu untuk mendukung proses belajar mengajar," ujar Rudi.
Ia menargetkan keseluruhan pembangunan kampus dapat diselesaikan pada 2027.
Baca Juga: MK Putuskan Ibu Kota Tetap Jakarta, Politisi Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN agar Tak Mubazir
Bagian dari Arahan Presiden
Pembangunan SMA Taruna Nusantara di IKN merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada akhir Januari 2025. Saat itu, Presiden meminta Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) membuka tiga kampus baru yang sudah dapat menerima siswa pada tahun ajaran berikutnya.
Selain di IKN, pembangunan juga dilakukan di Langowan, Sulawesi Utara, serta Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, sebelumnya menyatakan kehadiran SMA Taruna Nusantara akan memperkuat ekosistem pendidikan di ibu kota baru sekaligus mendukung percepatan pembangunan kawasan.
Beasiswa Penuh, Standar Sama di Semua Kampus
SMA Taruna Nusantara menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan beasiswa penuh, sehingga seluruh siswa yang diterima tidak dipungut biaya pendidikan. Seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaring peserta didik terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
Rudi menegaskan seluruh kampus SMA Taruna Nusantara, baik di Magelang maupun kampus-kampus baru, menggunakan kurikulum, sistem pendidikan, dan standar pembinaan yang sama.
"Tujuan jangka panjang SMA Taruna Nusantara adalah mencetak calon-calon pemimpin bangsa terutama dalam menghadapi Indonesia Emas pada tahun 2045," katanya.
Keberadaan SMA Taruna Nusantara di IKN juga diharapkan menjadi salah satu penunjang kebutuhan pendidikan bagi keluarga ASN yang akan bertugas di ibu kota baru. Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan kawasan pendidikan di KIPP juga akan dilengkapi jenjang TK, SD, dan SMP dengan kualitas yang setara dengan sekolah-sekolah di Jakarta.
Sumber : dikelola dari beberapa sumber