Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Investasi Capai Rp330 Triliun

Hanif Pratama • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Sumber: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Sumber: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Peresmian dilakukan secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabin Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Sementara di lokasi acara hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama jajaran INPEX Masela Ltd, Petronas, dan Pertamina Hulu Energi.

Presiden mengatakan proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek energi yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade sejak cadangan gas di kawasan Laut Arafura ditemukan. Menurutnya, dimulainya pembangunan proyek tersebut menjadi tonggak penting bagi upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan proyek, termasuk pemerintah, Pertamina, INPEX Masela Ltd, dan Petronas. Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga iklim investasi yang sehat dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan antara negara dan investor.

Baca Juga: Pidato Prabowo di Hari Koperasi: "Di Semua Partai Ada Patriot, Ada Bajingan"

Meski demikian, Presiden menekankan manfaat proyek tidak boleh hanya dirasakan investor. Ia meminta pengembangan LNG Abadi Masela mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengutamakan keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal, khususnya di Maluku dan Kepulauan Tanimbar.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung di lokasi acara. Ia mengaku masih memiliki sejumlah agenda kenegaraan di Jakarta yang tidak dapat ditinggalkan. Presiden berjanji akan mengunjungi Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya dalam kesempatan berikutnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan masyarakat Tanimbar menyambut antusias dimulainya pembangunan proyek tersebut. Ia berharap proyek ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd sebagai pemegang 65 persen participating interest, bersama Pertamina Hulu Energi Masela sebesar 20 persen dan Petronas Masela 15 persen. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 20,9 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp300–330 triliun, menjadikannya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pasang Badan Klarifikasi Pidato Prabowo soal "Orang Desa Tak Pakai Dolar"

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas domestik sebesar 150 MMSCFD, serta memproduksi sekitar 35.000 barel kondensat per hari. Lapangan Abadi sendiri berada di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Masela, dengan cadangan gas sekitar 3,06 triliun kaki kubik (TCF) dan 119 juta barel kondensat.

Pengembangan proyek akan memadukan fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dengan kilang LNG darat (Onshore LNG) di Pulau Yamdena. Proyek ini juga menjadi salah satu pengembangan LNG pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap awal pembangunan.

Pemerintah menargetkan Final Investment Decision (FID) dapat diselesaikan pada akhir 2026, sementara produksi gas perdana (first gas) ditargetkan dimulai pada 2029–2030. Hingga awal Juli 2026, progres Front-End Engineering Design (FEED) proyek tersebut telah mencapai sekitar 79,56 persen.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
LNG Abadi Masela Prabowo Subianto Maluku