Ledakan Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan ledakan terjadi ketika personel sedang melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi di salah satu gudang penyimpanan. Dentuman keras dari dalam kompleks militer itu terdengar hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, satu personel dinyatakan meninggal dunia. Empat personel mengalami luka berat, sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, untuk mendapatkan penanganan medis. TNI AD juga memastikan memberikan pendampingan kepada para korban maupun keluarganya.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum dapat dipastikan. Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan jenis amunisi yang terlibat maupun rincian teknis lainnya masih menunggu hasil penyelidikan.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Investasi Capai Rp330 Triliun
TNI AD telah menerjunkan tim investigasi dari Jakarta untuk mengusut penyebab insiden tersebut. Sementara itu, proses sterilisasi dan pembersihan lokasi dilakukan secara bertahap mulai dari ring terluar hingga titik pusat ledakan.
Untuk alasan keamanan, akses menuju lokasi kejadian ditutup sementara dan hanya tim investigasi yang diperbolehkan memasuki area gudang amunisi.
Kadispenad menegaskan proses investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti sekaligus menjadi bahan evaluasi guna mencegah insiden serupa.
Bukan Kejadian Pertama
Insiden di Gudang Pusat Munisi Madiun menjadi kejadian ketiga yang berkaitan dengan amunisi milik TNI AD dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, insiden serupa tercatat terjadi pada Maret 2024 dan Mei 2025.
TNI Angkatan Darat menyampaikan duka cita atas gugurnya satu prajurit dalam peristiwa tersebut. Institusi juga memastikan penanganan terhadap korban luka menjadi prioritas, sembari menunggu hasil investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
Baca Juga: Terjadi 106 Kasus Curanmor Selama 3 Bulan di Kota Malang, di Kecamatan Ini Paling Banyak Kejadian
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber